Illustrasi

Polisi Siapkan 80 Saksi Kasus Sapi, Kejaksaan Sebut Itu Lebay

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com–  Penyidik Polres akan menghadirkan sebanyak 80 saksi dalam kasus dugaan korupsi swasembada sapi tahun 2012 di Dinas Peternakan Papua Barat, yang merugikan negara senilai Rp 50 miliar. Kejaksaan Negeri Manokwari menilai hal itu lebay, sangat berlebihan.

Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Timbul Tamba, SH, melalui Kasi pidsus, Jhon ILef M, SH, ketika ditemui, Rabu (10/12) mengatakan berkas tahap I yang telah di terimanya dari Polres Manokwari, semuanya belum dipelajari secara keseluruhan, namun yang menjadi persoalan, saksi yang dihadirkan penyidik Polres Manokwari terlalu banyak yakni 80 saksi.

Dijelaskan, untuk berkas tersangka Amrin Yusuf, selaku ketua Himpunan Peternak Indonesia wilayah Papua Barat terdapat 60 saksi. Sedangkan untuk tersangka Sumarni, berperan selaku Ketua Kelompok Peternak di Kampung Sumberboga di Distrik Masni, saksi yang di periksa sebanyak 20 orang.

Kata Jhon, 80 saksi dalam berkas perkara korupsi dinilainya berlebihan dan tidak terlalu efisien. Karena hanya akan memakan waktu terlalu banyak, bahkan jika 80 saksi dihadirkan, akan memperlambat proses persidangan. Dikhawatirkan banyaknya saksi, kedua tersangka akan bebas bersyarat. “Sebab masa hukumannya berakhir,” katanya.

Padahal menurutnya, prinsip persidangan itu, “cepat, tepat dan biaya ringan”. Jika saksi terlalu banyak proses penyidikan serta proses persidangan akan berjalan lama.

Menurut pandangannya, saksi itu cukup yang melihat, mendengar dan merasakan, sehingga untuk mengungkap suatu kasus tindak pidana korupsi tidak di perlukan banyak saksi.

“Biar seribu saksi dihadirkan, kalau tidak salah satunya tidak mendukung unsur akibatnya tidak berguna,” kata Jhon. “Jika 4 atau 5 saksi kalau sudah mengarah ke pembuktian unsur, lebih bermanfaat.”

Dicontohkan Jhon, dalam  sebuah kasus tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa, terdapat adanya kepanitian barang dana jasa, ada ketua panitia, sekretaris dan sejumlah anggota. Tetapi dalam pemeriksaan yang diambil cukup ketua, sekretaris dan satu anggota. “Tidak perlu mengambil seluruh anggota,” jelasnya.

Ditanya soal kapan berkas tersebut di kembalikan? Ia menegaskan, dalam waktu dekat akan segera dikembalikan ke penyidik Polres.

Dalam kasus  ini penyidik kepolisian telah menetapkan 3 orang tersangka diantaranya Ruben J Rumere, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Dinas Peternakan Papua barat, Amrin Yusuf (Ketua Himpunan Peternak Indonesia Papua Barat) dan Sumarni, Ketua Kelompok Peternak di Kampung Sumberboga di Distrik Masni.|TAKDIR

Tinggalkan Balasan