ilustrasi

Polisi tangkap tangan oknum guru yang mengaku sebagai auditor BPK

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Antonius Laba Pria (39), seorang guru di Kabupaten Sorong Selatan, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib lantaran mengaku sebagai auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan mengaudit keuangan dana desa.

Antonius dilumpuhkan setelah korbannya Bendahara Kampung Namro Sorsel Yusy Atanay, melapor rencana pertemuannya dengan Antonius di depan Toko Rahayu, Kampung Remit, Distrik Teminabuan, Sorsel, Minggu 18 Februari 2018.

Berdasar informasi tersebut Polres Sorong Selatan langsung mengutus tim ke lapangan dan berhasil melakukan tangkap tangan saat pelaku sedang melakukan transaksi.

“Antonius terjaring operasi tangkap tangan di depan toko yang sebelumnya dijanjikan untuk bertemu dengan korban Minggu (18/2),” kata Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP. Hari Supriyono, Senin (19/2).

Supriyono menerangkan sehari sebelum penangkapan, Antonius menghubungi korban, kemudian keduanya bertemu di salah satu rumah makan. Dalam pertemuan itu Antonius mengaku sebagai auditor BPK dan akan melakukan pemeriksaan keuangan.

“Pelaku mengaku sesuai hasil audit keuangan kampung Namro, terdapat temuan di tahun 2016 sekitar Rp 112 juta sehingga dia memberikan pilihan pengembalian kepada korban berkisar 1/2 hingga 1/4 dari temuan tersebut kepada dirinya,” kata Supriyono.

Dari pertemuan tersebut, pelaku menawarkan pertemuan pada Minggu 18 Februari 2018 untuk melakukan transaksi atau penyerahan uang sebesar Rp.15 juta, dibawah permintaan pelaku sebesar Rp.28 juta.

“Bendahara kampung setelah bersepakat dengan pelaku lalu menghubungi anggota Babinkamtibmas. Selanjutnya ada koordinasi dengan Kasat Reskrim Sorsel. Saat hendak dilakukan transaksi, seorang anggota Polres yang telah dikirim ke lokasi langsung menangkap basah pelaku saat transaksi sedang berlangsung,” terang Supriyono.

Kepolisian menyita uang sebesar Rp. 14,4 juta hasil penipuan terhadap Yusy Atanay dan kwitansi Rp. 1.050 juta hasil penipuan dari Kampung Mugim. Sejumlah barang bukti lain berupa id card intelijen BPK, ATM, buku tabungan bank Papua dan sepeda motor serta telepon genggam juga disita dari tangan pelaku.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Antonius juga mengaku melakukan penipuan di dua kampung lain Keyen dan Tegirolo di Kabupaten Sorsel. Aksi oknum Guru ini dianggap sebagai pungutan liar sehingga diproses oleh tim Saber Pungli Kabupaten Sorong Selatan. |Adlu Raharusun

Leave a Reply

%d bloggers like this: