Polisi menangkap Ketua KNPB Mnukwar Alexander Nekenem (kiri diapit sejumlah anggota polisi) usai membubarkan paksa aksi KNPB di wilayah Amban, Manokwari, kemarin. |Foto: CAHAYAPAPUA.com | Adith Setyawan

Polisi Tetapkan 4 Aktivis KNPB sebagai Tersangka

ADITH SETYAWAN
Cahaya Papua/Manokwari

Kepolisian Resor Manokwari menetapkan 4 orang sebagai tersangka terkait aksi demontrasi yang laksanakan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mnukwar di Jl. Gunung Salju Amban Manokwari Rabu (20/5/2015).

Seperti diketahui pada aksi itu polisi menangkap ketua KNPB wilayah Mnukwar, Alexander Nekenem serta puluhan aktivis KNPB lainya. Siang itu mereka diangkut menggunakan truk polisi menuju Markas Komando Brimob Detacemen C Manokwari.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat AKBP Jhon Sitorus mengungkat, peserta aksi yang diamankan pada aksi itu sebanyak 70 orang. Setelah diperiksa secara marathon, polisi akhirnya menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Masing-masing, AN (32), NM (23) MS (21) dan YM (21), mereka dianggap melawan negara serta tanpa ijin melaksanakan aksi.

“Undang-undang nomor 9 tentang menyampaikan pendapat di muka publik menyatakan 3 hari sebelum demo mereka harus melapor ke Polda atau Polres. Dan disitu harus jelas siapa penanggungjawab, lokasinya semua harus jelas,” tegasnya.

Jhon melanjutkan, hal itu dilakukan agar jika terjadi sesuatu hal maka ada yang bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Selain itu Jhon juga menjelaskan peran dari masing-maisng tersangka yakni dengan inisial AN merupakan orang yang menghasut atau mengajak rekan-rekannya untuk menentang pemerintahan Indonesia, sedangkan yang sisanya masih didalami terus dan bisa dibilang merupakan ikut serta.

Jhon juga meluruskan aksi yang dinilai aparat melanggar hokum tentang penembakan Gas Air mata kerah salah satu sekolah di Lokasi kejadian, dimana hal ini tidak direncakan untuk ditembak kearah sekolah.

“Bukan dibuatkan ke sekolah justru mereka yang lari kearah sekolah, biar seolah-olah Polisi yang salah berbuat, jadi mereka sengaja menciptakan itu sehingga aparat yang disalahkan,”tegasnya

Jhon juga menilai apa yang dilakukan oleh pihak Polisi dalam pembubaran Aksi Rabu lalu telah berjalan sesuai aturannya, karen sebelumnya telah dipersiapkan. (*)

Tinggalkan Balasan