Ilustrasi

Polres akui kerja pengungkapan korupsi masih sulit

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kapolres Manokwari AKBP. Christian Rony Putra mengatakan pihaknya kesulitan mengungkap kasus korupsi di Manokwari karena di daerah ini pengaruh politik cukup kuat.

Dia mengatakan sebagai iibukota Papua Barat Manokwari merupakan daerah yang tarikan pilitiknya cukup kuat sehingga membuat pihaknya kerap kesulitan.

Rony mengatakan Manokwari yang merupakan barometer politik di Papua Barat banyak terjadi demosntrasi dan pemalangan sehingga perhatian pihaknya terbagi yang ujungnya menghambat pengungkapan kasus korupsi.

“Kasus korupsi memang sangat penting harus kita segera sidik. Cuma kendalanya, kita disini sering terjadi banyak insiden pemalangan, demonstrasi dan anggota saya sangat kurang sehingga kadang anggota Tipikor sering harus dilibatkan ke lapangan. Akibatnya membuat pengungkapan kasus-kasus korupsi menjadi lamban,” ucap Kapolres.

“Saya sudah 1,5 tahun menjabat sebagai Kapolres Manokwari, kerjaannya paling banyak ngurusin palang – memalang, demo dan kejadian insiden lainnya,” tambah dia.

Meski dikesankan lamban mengungkap korupsi namun Rony Putra mengatakan pihaknya tetap serius menindak kasus korupsi. Salah satu kasus terbaru yang disebut sedang ditangani Polres Manokwari adalah oknum pejabat di Pemprov Papua Barat berinisial SE dan JSA yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan tanah untuk sirkuit di Masni, tahun anggaran 2016.

“Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Manokwari terkait dugaan korupsi pengadaan tanah sirkuit di Biro Pemerintahan Pemprov Papua Barat telah diterima Kejaksaan Negeri Manokwari, Jumat lalu dan kini dalam tahap pemberkasan pelimpahan tahap I.” (cr-80)

Leave a Reply

%d bloggers like this: