Kapolres Manokwari AKBP Christyan Rony Putra saat memasang lencana.

Polres Manokwari “diserang teroris”

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kepolisian Resor Manokwari, mensimulasikan penanganan serangan aksi teroris yang terjadi di Markas Komando Kepolisian.

Kapolres Manokwari AKBP Christian Rony Putra menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk melatih kesigapan serta ketangkasan personilnya dalam bertindak menghadapi serangan teror yang datang secara tiba-tiba.

“Seluruh Polres diminta waspada terhadap serangan teror. Simulasi ini sebagai salah satu media kita untuk melatih anggota,” katanya.

Rony menjelaskan, pada simulasi tersebut digambarkan terdapat dua orang pelaku teroris yang datang ke Mapolres. Dua pemuda yang membawa tas berisi bom tersebut tiba masuk ke lapangan apel dengan membawa kendaraan roda dua.

Dua orang tersebut berbuat onar di tengah personil polisi yang baru selesai mengikuti apel pagi. Dengan sigap seorang anggota melumpuhkanya melalui tembakan yang tepat mengenai salah satu kepala pelaku.

Satu pelaku lainya pun ditangkap dalam kondisi hidup dan langsung diamankan untuk kepentingam penyelidikan dan penyidikan. “Kita melibatkan 43 personil masing-masing bertindak sebagai pelaku, personil penjagaan, termasuk anggota Brimobda Polda Papua dari dari tim penjinak bom,” kata Kapolres.

Menurutnya, upaya antisipasi terus dilakukan untuk menangkal serangan teroris. Pihaknya akan terus membekali keterampilan personil agar mereka siap menghadapi serangan kapan pun dan dimana pun.

Disisi lain, kata dia, polisi akan terus melakukan deteksi serta pencegahan agar paham radikal tidak berkembang di Manokwari.

“Instruksi Kapolri dan Kapolda sudah sangat jelas bahwa kami harus lebih waspada dan tidak ragu-ragu bahkan berani mati menghadapi teroris. Kita sadar bahwa Polri menjadi salah satu sasaran aksi kelompok teroris,” katanya lagi. (ibn/one)

Tinggalkan Balasan