ilustrasi-penembakan

Polri Minta Anggotanya Tingkatkan Kewaspadaan di Papua

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com –  Kepolisian Republik Indonesia meminta anggotanya meningkatkan kewaspadaan di Papua Pasca tertembaknya dua anggota Polri di Kab Puncak Jaya, Papua Rabu (3/12/2014) pukul 10.00 WIT lalu.

“Pastinya perlu peningkatan kewaspadaan untuk anggota yang bertugas di sana. Apalagi anggota yang belum pernah bertugas di sana,” tutur Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto, Jumat (5/12/2014).

Agus melanjutkan, setelah kejadian penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kini, situasi di Puncak Jaya sudah kondusif.

“Sekarang sudah kondusif. Soal penambahan personel disana, itu tergantung Kapolda atau Kapolres,” katanya seperti dikutip TRIBUNNEWS.COM

Polisi meminta dukungan masyarakat untuk mengungkap kasus penembakan yang menewaskan dua anggota Polri di Puncak Jaya, Papua, itu.

Di lapangan, upaya polisi untuk mengejar para pelaku terhambat Kontur dan geografis tanah Papua yang tampaknya lebih dikuasai para pelaku.

“Dalam beberapa kali kejadian, mereka (pelaku)  setelah menembak pasti lari ke hutan,” kata Agus Rianto.

Selain membuat pengejaran sulit , berpengaruh juga pada jangka waktu pengungkapan kasus.”Geografis yang sulit, di Papua, berpengaruh pada cepatnya pengungkapan kasus. Kami harap ada dukungan masyarakat untuk bantu mengungkap kasus ini,” tutur Agus.

Aparat keamanan mengejar orang-orang bersenjata yang dicurigai sebagai pelaku.

Wakapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw mngatakan, Pengejaran dilakukan setelah terjadi penembakan di Ilaga, Kabupaten Puncak, sekitar pukul 10.15 waktu setempat.

Penembakan berlangsung di depan kantor bupati ketika anggota Brimob sedang meluncur dengan menggunakan truk untuk mengantar kursi ke Gereja GKI.

Para pelaku penembakan juga diduga merebut dua pucuk senjata dari anggota Brimob yang ditembak yakni Aipda Thomson Siahaan dan Bripda Everson. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan