ilustrasi-Pencurian.

Polsek Ransiki kesulitan ungkap kasus pencurian

RANSIKI, Cahayapapua.com— Polsek Ransiki mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus pencurian di Ransiki yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Selain jumlah polisi yang sangat sedikit, polisi agak hati-hati dalam memeriksa oknum-oknum yang dicurigai. “Karena masalahnya kalau sudah dibawah ke kantor, masyarakat sudah menuding merekalah sebagai pelaku. Padahal belum tentu,” kata Kapolsek Ransiki, Ipda Wayan Y Tambun ketika dimintai keterangan terkait maraknya kasus pencurian di Ransiki, Sabtu (12/8/2017) di Lapangan Garuda Ransiki.

Kapolsek mencurigai pelaku pencurian adalah anak-anak yang masih dibawah umur, bahkan pemuda. Ia meminta peran serta orangtua untuk dapat memantau anak-anaknya yang berlaga aneh saat pulang ke rumah. “Kalau mereka ada yang bawah barang banyak,  uangkah, barangkah, tanya itu darimana,” katanya.

Ia berharap peran serta orangtua dapat membantu aparat kepolisian dalam menekan kasus pencurian yang terus terjadi di Ransiki.

Fenomena ini diyakini akibat kurang kontronya orangtua terhadap anak, yang sudah mulai memakai barang-barang terlarang, seperti mengisap Lem Fox dan Bensin. Ujung-ujungnya berbutut pada aktifitas negatif, seperti pencurian.

“Anak SMP ini sudah mulai. Narkoba, Ganja sudah masuk. Sudah lama masuk di Ransiki. Cuma saat ditelusuri, hilang lagi,” ungkap Kapolsek.

Pekan lalu, kios salah satu warga di Kampung Abreso dibobol maling melalui plafon. Sebelumnya dalam juga terjadi pencurian di dua SKPD di Pemerintah Kabupaten Mansel. Sejumlah barang dibawah kabur. Juga Juli lalu, sebuah toko di kota Ransiki, juga sempat dibobol melalui plafon. Beruntung sempat digagalkan dan pelaku kabur.

“Kasus pencurian tergolong tinggi, tetapi banyak yang tidak melapor,” kata Kapolsek, yang mengaku tetap akan memproses lanjut laporan masyarakat. (bm)

Tinggalkan Balasan