Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw.

Pra Gelar Tikar Adat direncanakan September mendatang

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pelaksanaan pra gelar tikar adat (GTA) 7 suku Kabupaten Teluk Bintuni direncanakan pertengahan September 2017 mendatang, dan akan disesuaikan dengan jadwal Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, mengatakan, sesuai hasil pertemuaan bersama tim kecil persiapan GTA dengan pemerintah provinsi, Selasa (22/8) lalu, gubernur memerintakan kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk segera membentuk tim pelaksanaan GTA yang diperkuat dengan surat keputusan (SK) bupati. “Sebelum gelar tikar adat dilaksanakan, pra gelar tikar adat akan terlebih dilakukan,” kata Bupati di Manokwari.

Bupati mengatakan, tujuan pra gelar tikar adat adalah untuk merumuskan persoalan-persoalan atau masaalah-masaalah yang akan dibawa ke dalam musyawarah besar gelar tikar adat.

Dengan adanya rencana musyawarah besar 7 suku, gubernur berharap agar tren baik ini bisa berjalan sebagai mana mestinya, sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Kepentingan masyarakat adat 7 suku tetap akan dibahas dengan baik dan menyeluruh melalui tikar adat.

Kasihiw menjelaskan, kegiatan gelar tikar adat tidak mengacu pada satu suku saja, melainkan melibatkan 7 suku besar yang ada di Teluk Bintuni, sehingga semua persoalan mengenai hak- hak masyarakat adat dapat dibahas secara tuntas pada waktu gelar tikar adat.

“Untuk waktu dan tempatnya akan ditentukan oleh bapak gubernur, agar semua komponen bisa hadir baik dari perwakilan pemerintah pusat, kemendagri, SKK Migas, pimpinan dari Kementrian ESDM, dan juga pimpinan BP Tangguh, serta dari Provinsi Papua Barat,” ujar Kasihiw.

Kasihiw menjelaskan, bahwa dirinya bersama tim kecil yang telah dibentuk akan duduk bersama untuk membentuk agenda-agenda persiapan pelaksanaan pra gelar tikar adat. Dia menargetkan paling lambat satu minggu kedepan akan rampung persiapannya. Bupati berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat di kabupaten penghasil gas itu terkait pelaksanaan gelar tikar adat.

Di Kabupaten Teluk Bintuni ada 7 suku besar yakni Suku Sough, Sebyar, Moskona, Sumuri, Irarutu, Wamesa, dan Kuri. (art)

Tinggalkan Balasan