TNI tanam cabai bersama warga di Masni Manokwari, belum lama ini.

Prajurit TNI Dikerahkan Antisipasi Krisis Cabai Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Komandan Distrik Militer 1703/Manokwari, Papua Barat, Letkol Inf Andi Parulian Simanjuntak mewajibkan seluruh prajuritnya menanam cabai untuk mengantisipasi krisis cabai di daerah tersebut.

“Jajaran Kodim Manokwari tersebar di lima kabupaten, yakni Manokwari sendiri, Kabupaten Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.  Seluruh prajurit diwajibkan menanam termasuk PNS di kantor Kodim maupun Koramil,” kata Perwira Seksi Teritorial Kodim 1703/Manokwari Lettu Prapto Widodo di Manokwari, Minggu.

Dia menyebutkan, program ini merupakan perintah panglima untuk seluruh prajurit di seluruh jajaran. Penanaman wajib dilakukan di halaman rumah masing-masing, satu rumah minimal menanam 10 bibit cabai .

“Kalau memang tidak punya halaman lagi, penanaman bisa dilakukan melalui polibek atau pot. Kami sudah membagi polibek di setiap jajaran Koramil,” kata dia lagi.

Prapto mengutarakan, beberapa pekan lalu harga cabai di hampir setiap wilayah Indonesia meningkat tajam. Di Raja Ampat dan Sorong, harga cabai rawit mencapai Rp.200 ribu/kilogram.

Situasi tersebut cukup menjadi perhatian panglima TNI. Program wajib tanam cabai di jajaran TNI diharapkan bisa membantu menekan harga cabai di setiap wilayah.

“Program ini dicanangkan sejak awal Januari 2017. Saat ini seluruh prajurit di jajaran Kodim sudah mulai menanam,” katanya pula.

Untuk meningkatkan produksi cabai di Manokwari, lanjutnya, Babinsa Kodim juga mendampingi warga mencetak kebun cabai di Wilayah Distrik Masni. Puluhan petani didorong untuk membuat pembedengan dilahan masing-masing.

“Semua jenis cabai ditanam, baik cabai rawit, cabai keriting, cabai hijau maupun cabai merah. Pembibitan sudah kami lakukan dan sebagai sudah disemai,” katanya.

Pihaknya berharap, dalam waktu tiga bulan kedepan tak terjadi kelangkaan cabai. Bahkan diharapkan, produksi cabai Manokwari suprlus dan bisa di jual di daerah lain.

Dia menambahkan, program tersebut diluncurkan sebagai upaya TNI untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Cabai diyakini sebagai salah satu komoditas yang selama ini memicu inflasi. (IBN)

Tinggalkan Balasan