ILUSTRASI PUNGLI
ILUSTRASI PUNGLI

Praktik Pungli Resahkan Pelaku Usaha Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Praktik pungutan liar atau pungli masih marak di Manokwari, terutama pada sektor jasa perhubungan. Kondisi ini sangat meresahkan para pelaku usaha di daerah ini.

Fery Auparay, salah satu pelaku usaha yang bergerak disektor perminyakan di daerah ini mengatakan, niat baik Presiden Joko Widodo untuk memberantas pungli belum diterjemahkan secara baik di daerah.

“Terutama di wilayah kabupaten/kota Papua Barat. Sampai hari ini, masih ada oknum-oknum yang melakukan pungli dan kami sangat merasakan dampak buruk dari praktik tersebut,” kata Fery, Selasa (1/11).

Dia menjelaskan, dampak tidak langsung dari praktik ini pun akan dialami masyarakat.  Sebab, seluruh variabel pembiayaan termasuk uang yang dibayarkan kepada para pelaku pungli, akan terakumulasi dalam harga barang yang dijual belikan di pasar.

“Para pelaku usaha tidak mau rugi, karena kami punya karyawan yang harus kami bayar gajinya. Disisi lain, kami wajib membayar pajak yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Teluk Wondama dan Pegunungan Arfak ini mengungkapkan, masih banyak mafia-mafia pungli disektor perhubungan. Diharapkan, ada peraturan yang lebih tegas dari pusat hingga daerah.

“Jika ada oknum-oknum yang melakukan pungli sebaiknya langsung di pecat. Jangan hanya tindakan admministrasi, hal itu membuka peluang untuk praktik tersebut terulang kembali,” kata dia.

Dia menjelaskan, uang pungli akan menjadi beban dalam pembiayaan. Penerapan beban tersebut, akhirnya akan ditanggung masyarakat selaku konsumen.

Menurut dia, praktik pungli di daerah ini sudah sangat parah dengan modus beraneka ragam. Persoalan ini membutuhkan perhatian serius, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Kondisi ini, lanjutnya, bisa menghambat kebijakan pemerintah yang ingin menekan disparitas atau kesenjangan harga di wilayah timur Indonesia.

“Misalnya terkait kebijakan presiden atas BBM satu harga di wilayah Papua dan Papua Barat. Hal itu tidak akan terwujud sepanjang praktik pungli masih berlangsung,” katanya lagi. (IBN)

Tinggalkan Balasan