Pra rekonstruksi pertama, kasus penemuan mayat dengan korban Hipo Manibuy. Tujuh orang saksi melakukan 43 adegan, sebagian besar adegan dilakukan ditempat permainan Billiard, Kampung Lama, Bintuni Kota.

Prarekonstruksi Hipo Manibuy, Penyidik Hadirkan Tujuh Saksi

BINTUNI, Cahayapapua.com— Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Teluk Bintuni menghadirkan tujuh orang saksi dalam pra-rekonstruksi kasus penemuan mayat Hipo Manibuy, di Kampung Lama, Bintuni Kota, Kamis (23/2) sekitar pukul 10.00 WIT. 

Pantauan lapangan, prarekonstruksi dimulai di salah satu tempat permainan Billiar, Kampung Lama, Bintuni Kota, yang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Jadi Permana

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna melalui Kasat Reskrim AKP Jadi Permana mengatakan, prarekonstruksi direncanakan akan dilakukan empat kali. Prarekonstruksi pertama ini selain bertujuan untuk melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP). Saksi sebelumnya juga memastikan kebenaran BAP saksi tersebut.

“Nantinya menjadi bahan masukan untuk kami dalam menunjuk siapa tersangkanya. Ini masih bagian dari proses penyelidikan,” kata Kasat Reskrim yang ditemui di ruang kerjanya.

Tak hanya itu, dia selanjutnya menjelaskan, prarekonstruksi dilakukan untuk melihat awal terjadinya permasalahan. Sehingga nantinya diperoleh gambaran ditemukannya korban meninggal dunia ditengah jalan.

Mantan Kapolsek Babo ini juga mengatakan, dari prarekonstruksi yang berjalan dua jam tersebut, terdapat 43 adegan yang dilakukan tujuh orang saksi ini. Dan sebagian besar, adegan digelar ditempat permainan Billiard.

“Kita juga akan kembali melakukan prarekonstruksi ke dua, dengan lokasi yang berbeda. Direncanakan pada prarekonstruksi kedua, awal bulan depan (Maret). Penyidik akan menghadirkan 18 orang saksi lagi kemudian ketiga nanti, dua orang dan ke empat lima orang saksi.  Jadi total saksi yang sudah diperiksa ada 27 orang,” pungkasnya.

Terpantau, prarekonstruksi ini menyedot perhatian ratusan masyarakat untuk melihat lebih dekat adegan yang digelar tersebut. Puluhan Polisi bersenjata lengkap pun diterjunkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan. Sementara untuk mengatur arus lalu lintas, sejumlah personil dari Satlantas juga nampak dilibatkan.

Hipo Manibuy ditemukan meninggal dunia dengan luka pada leher dan kepala bagian depan ditengah Jalan Raya Jeti Kampung Lama, Bintuni Kota, Selasa (17/1/2017) sekitar pukul 06.00 WIT. Korban merupakan warga Komplek Gor Kampung Lama, Bintuni Kota yang sehari-hari bekerja sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Bintuni. (ART)

Tinggalkan Balasan