Presiden Joko Widodo (foto:redaksikota.com)

Dari Manokwari, Jokowi akan Bertolak ke Wasior

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengakui rencana kunjungan Presiden Joko “Jokowi” Widodo ke Ibu Kota Provinsi Papua Barat, Manokwari, Selasa (5/4/2016) diketahui mendadak. Kendati demikian pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi.

“Kami sudah melakukan pertemuan bersama di kantor gubernur dan hari ini (kemarin) kami akan melanjutkan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk persiapan menyambut kehadiran Presiden di Manokwari,” kata Demas Mandacan usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Sabtu (2/4/2016).

Bupati mengatakan Presiden dijadwalkan akan tiba di Manokwari sebelum melanjutkan perjalanan ke Teluk Wondama untuk meresmikan pelabuhan baru di daerah tersebut.

Pada hari Selasa, Presiden baru dijadwalkan kembali ke Manokwari. Selama berada di Manokwari, Presiden, menurut Bupati, akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIS) dan kartu Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kita akan pesiapkan dua hotel sebagai alternatif untuk tempat Presiden menginap, namun untuk menentukan itu domainnya paspampres, sebab setelah dari Kabupaten Teluk Wondama.

Ada dua tempat yang kami pilih (sebagai tempat menginap Presiden) selama di Manokwari. Seandainya Presiden menginap di Aston, kita tentukan lokasi penyerahan di SD Inpres Sowi, namun bila Presiden menginap di Swissbel, maka tempat penyerahan di daerah Biriosi,” ungkap Bupati.

Bupati mengatakan koordinasi teknis penyerahan kartu sakti dan PKH telah dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Manokwari dengan Dinas Sosial Provinsi Papua Barat bersama tim kepresidenan.

Kedatangan Presiden Joko Widodo di Manokwari memaksa pemerintah daerah memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rencananya bakal dilintasi Presiden. Ruas yang dipermak salah satunya jalan Esau Sesa. Di jalan ini banyak titik-titik yang berlubang besar, bahkan hingga mendekati marka jalan, contohnya tak jauh dari dealer mobil Toyota. Di jalan ini juga, tak jauh dari SPBU, ada titik jalan yang berlobang hampir merata di seluruh bagian.

Menurut salah satu pekerja, ruas jalan yang akan dipermak alias diaspal hotmix berupa titik –titik jalan tertentu hingga ke hotel Aston. Selain itu jalan menuju tanjakan, tak jauh dari bekas kantor bupati lama, yang saat ini dipakai sebagai kantor Polda Papua Barat, juga akan permak. “Besok pagi jalan sudah berubah,” begitu tutur pekerja tersebut kepada Cahaya Papua, kemarin malam.

Selama berada di Teluk Wondama, Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan pelabuhan yang dibiayai dari APBN di daerah tersebut. Pelabuhan tersebut, yang disebut sebagai pelabuhan pengumpul, mulai dibangun sejak tahun 2005 dan selesai pada tahun 2015 dengan biaya Rp 79 miliar.

Fasilitas pelabuhan yang dibangun yaitu Dermaga seluas 174×10 M2, Trestle I seluas 48×8 M2, Trestle II seluas 47×8 M2, Causeway I seluas 160×6 M2, Causeway II seluas 127×8 M2, dan Reklamasi seluas 12.500 M2.

Pada area darat pelabuhan juga telah dibangun terminal, pos jaga, rumah pompa dan genset, gudang seluas 15×40 M2, dan lapangan penumpukan barang seluas 10.000 M2. Saat ini Pelabuhan Wasior memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 3.500 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS

Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam non-migas seperti sektor perikanan dan peternakan, sektor perkebunan dan kehutanan. Pada sektor wisata Papua Barat memiliki lokasi wisata laut Raja Ampat yang sudah mendunia selain wisata-wisata alam lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi di antaranya Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan Situs Purbakala Tapurarang. (MAR/DETIK)

Tinggalkan Balasan