Produksi Daging Sapi Papua Barat Surplus

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dinas Peternakan Papua Barat menyatakan produksi daging sapi di Provinsi Papua Barat mengalami surplus, dan siap dipasok ke daerah lain di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Peternakan Papua Barat Hendrikus Fatem di Manokwari, Jumat, mengatakan, peternakan sapi merupakan salah satu subsektor unggulan di Papua Barat. Peternak sapi tersebar di seluruh kabupaten daerah tersebut.

“Permintaan daging sapi baik beku maupun hangat di Papua Barat belum sebanding dengan jumlah ternak atau produksi. Program swasembada daging sapi kita cukup berhasil karena didukung oleh ketersediaan lahan dan jumlah peternak,” kata Fatem.

Menurut dia, harga daging sapi di daerah ini cukup stabil, berada pada kisaran Rp.80 hingga 100 ribu yang berlangsung sepanjang tahun.

Meskipun mengalami surplus, lanjut Fatem, Papua Barat belum bisa menjadi daerah pemasok ataupun pengekspor daging ke luar daerah dan laut negeri, karena belum memiliki rambut rumah pemotongan hewan yang representatif dan berskala besar.

Pengiriman baru dapat dilakukan ke beberapa daerah di Provinsi Papua berupa sapi calon induk.

Dia menyebutkan, pusat peternakan Sapi terbesar di Papua Barat berada di Kabupaten Fakfak, Sorong dan Tambrauw. Di tiga daerah tersebut terdapat ribuan hektare padang gembala sapi.

“Tahun ini pemerintah pusat meluncurkan program Siwab (sapi induk wajib bunting) dan Papua Barat menjadi salah satu daerah sasaran pelaksanaan program ini,” sebutnya.

Dalam program ini, lanjut Fatem, Papua Barat mendapat jatah sebanyak 11 ribu ekor indukan yang wajib bunting dan melahirkan tahun ini. Pendataan ternak saat ini sedang berlangsung.

Program tersebut, ujarnya menjelaskan dilaksanakan melalui penyuntikan insiminasi buatan. Tiga daerah di Papua Barat yang menjadi sasaran program tersebut yakni Sorong, Manokwari dan Fakfak.

Dia menambahkan, melalui program ini pemerintah akan mendatangkan semen beku. Sapi induk milik warga yang menunjukan gejala minta kawin akan disuntik. (ibn)

Tinggalkan Balasan