Ilustrasi.

Produksi Sapi di Tambrauw, Sorong dan Fakfak Diklaim Meningkat

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat mengklaim terjadi peningkatan produksi sapi secara signifikan di Kabupaten Tambrauw, Sorong dan Fakfak dalam program swasembada sapi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat Harry T Uhi menyatakan hal ini dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perencanaan Pembangunan Peternakan se Papua Barat tahun anggaran 2015 di Ball Room Mansinam Beach Hotel Manokwari, Kamis (26/3/2015).

Ia menjelaskan program direktif presiden pada 3 kabupaten tersebut dijalankan setelah melewati kajian kelayakan yang melibatkan Institut Pertanian Bogor dan Universitas Negeri Papua (telah berganti nama menjadi Universitas Papua).

Saat ini menurutnya Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw telah dibangun ranch peternakan seluas 1600 hektar, ternak sapi 1750 ekor, dan 16 kelompok peternak, sementara di Kabupaten Sorong, Distrik Salawati dibangun ranch peternakan seluas 500 hektar, ternak sapi sebanyak 1100 ekor, dan 10 kelompok peternak.

“Untuk kabupaten Fakfak Distrik Bomberay telah dibangun ranch peternakan seluas 1200 hektar, ternak sapi sebanyak 1320 ekor dan 12 kelompok ternak,” paparnya.

Selain itu menurut dia di 3 kabupaten tersebut juga telah dibangun infrastruktur dasar pendukung ranch seperti garasi, gudang peralatan peternakan, kandang isolasi, gudang pakan, gudang pengelolaan limbah ternak, dan menara pemantau, termasuk sarana penunjang produksi pupuk organik.

Harry mengatakan, prosedur pengadaan sapi dalam program ini merujuk dari pusat pembibitan sapi indukan dan sapi bibit yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditunjuk Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian.

“Untuk mendorong laju produktifitas peternakan sapi ditiap kelompok peternak, kami juga telah mengeluarkan pelarangan penjualan dan pemotongan sapi indukan atau sapi yang dinilai masih memiliki potensi untuk meningkatkan produktifitas peternakan sapi,” ujarnya.

Sapi yang boleh dipotong atau dijual menurut dia adalah sapi pejantan dan sapi betina yang telah melewati masa produktifitas sehingga layak untuk dijual atau dipotong.

Selain itu ia menjelaskan dalam mendukung pengembangan tataniaga peternakan, pihaknya juga telah mempersiapkan pasar ternak untuk menekan penjualan ternak secara tidak terkontrol. Penjualan hewan ternak juga akan melewati uji klinis. |RIZALDY

 

Tinggalkan Balasan