GAMBAR: ILUSTRASI BUTA AKSARA

Progam Pemberantasan Buta Aksara di Mansel Diklaim Berhasil

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—– ¬†Pemberantasan buta aksara di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan telah menunjukan hasil yang cukup signifikan. Lebih dari 100 peserta belajar berusia diatas 30 tahun sudah bisa membaca dan menulis.

Koordinator Pengawas Umum Pendidikan, Manokwari Selatan, Muhammad Sidiq menuturkan, program Pemerintah Pusat yang dilaksanakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Distrik Oransbari, sangat membantu peningkatan kapasitas masyarakat, terutama dalam hal baca tulis.

Sesuai kontrak, program pemberantasan buta aksara di Oransbari akan berlangsung enam bulan.

“Saat ini sudah berjalan 4 bulan, hasilnya cukup siginikan,” kata Sidiq kepada Cahaya Papua, Jumat (1/5/2015).

Dari data diperoleh dari pengelola PKBM, di Oransbari, program ini dilaksanakan dalam 10 kelompok yang dibagi berdasarkan wilayah domisili para peserta.

Dalam pelaksanaannya, PKBM melibatkan tutor dari guru, masyarakat serta mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Manokwari kelas Oransbari.

Sidiq berharap, program ini terus berlanjut sebab, masih banyak warga yang belum dapat membaca dan menulis.

Salah satu pengelola PKBM Oransbari, Miyoto mengatakan, minat masyarakat Oransbari cukup tinggi terhadap program ini. Selain warga yang tidak sekolah, warga putus sekolah dari SD hingga SMP ikut dalam kegiatan tersebut.

Seperti diketahui, kasus buta aksara di Papua Barat tergolong tinggi. Data Dinas Pendidikan Papua Barat menunjukan, kasus buta aksara masih dialami seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. |TOYIBAN