Kampung Waraitama SP 1, Distrik Manimeri sudah memberi contoh transparansi penggunaan dana desa.

BINTUNI, Cahayapapua.com— Program pembangunan fisik di Kampung Waraitama SP 1, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni yang bersumber dari dana kampung tahun anggaran 2017 sudah hampir selesai.

Plt Kepala Kampung Waraitama, Yotam Riwi, pekan lalu, mengatakan Kampung Waraitama memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017 sebesar Rp. 1,4 miliar lebih.

Anggaran tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Rp. 868,8 juta, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar kurang lebih Rp. 401,8 juta, bantuan keuangan dari provinsi Rp. 100 juta, dan penerimaan pembiayaan atau Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) Rp. 43 juta.

“Pembangunan fisik sudah berjalan, tinggal satu yang sementara di garap, gorong -gorong di jalur 5, sementara masih di kerjakan, kalau yang lain sudah semua,” kata Yotam di Kantor Kampung Waraitama.

Dia mengatakan program pembangunan fisik diantaranya, pembangunan lantai gorong -gorong jalur 2, gorong -gorong jalur 3, jalur 5, penghamparan jalan usaha tani, normalisasi parit sepanjang 4,5 Km, pembukan jalan jalur 7 sepanjang 750 meter, kelanjutan pagar kampung, pembangunan gorong -gorong gantung dan rehab irigasi, rehab MCK Paud, dan pemeliharaan jalan berlobang tiga ruas jalan utama kampung. Dengan total anggaran mencapai kurang lebih Rp. 677, 4 juta.

“Kita berdayakan masyarakat, pekerjaan dimana di jalur mana kita berdayakan masyarakat setempat untuk bekerja, karena disini RT -nya yang bertanggungjawab dan mengelola dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kata dia ada juga program pemberdayaan perekonomian masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Untuk tahun ini sekitar Rp. 200 juta  Dana Desa yang berasal dari pusat digelontorkan untuk modal awal Bumdes. Menurutnya, dengan modal sebesar itu, Bumdes Kampung Waraitama akan bergerak di dua bidang yakni bidang pertanian dan industri kecil batu bata. “Anggaran sudah kami realisasikan diserahkan ke pengurus Bumdes untuk di kelola,” pungkasnya.

Dari pantauan, Kampung Waraitama SP 1, yang sebagian besar penduduknya merupakan orang transmigrasi patut menjadi contoh dalam pengelolaan dana kampung. Karena semua program kerja dan rencana kerja anggaran nampak di pampang secara rinci di dinding kantor kampung tersebut, dan semua waraganya dapat melihat secara detail. (art)

Leave a Reply