Presiden Joko Widodo berbincang dan menyerahkan Kartu Sakti KKS, KIP dan KIS di Manokwari-Papua Barat 2016 lalu

Program KKS Diharap Bisa Tekan Kemiskinan di Pedalaman

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Program bantuan nontunai yang kelontorkan pemerintah pusat melalui kartu keluarga sejahtera (KKS) diharapkan mampu menekam angka kemiskinan masyarakat di pedalaman Papua Barat.

Kepala Suku Kuriwamesa Williem Kabiyai mengatakan, masyarakatnya tersebar di wilayah pedalaman Kabupaten Teluk Wondama, Teluk Bintuni dan Kaimana. Jika dikelola dan distribusikan secara maksimal warga pedalaman di tiga daerah tersebut akan sangat terbantu.

Dia mengutarakan, warga miskin di pedalaman rentan terabaikan dari program pemerintah. Ia berharap, bantuan yang dilaksanakan Kementerian Sosial ini bisa merambah warga suku Kuriwamesa terutama yang berada di pedalaman.

“Saya sendiri belum tahu, apa program ini sudah menyentuh mereka. Kami berharap sampai karena mereka berhak mendapat bantuan tersebut,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, lanjutnya, belum ada warga yang mengadu terkait program tersebut kepada dirinya. Diharapkan, hal itu bukan karena masyarakat tidak tahu jika pemerintah pelakasanakan program ini.

“Warga yang berada di kampung-kampung pedalaman, terbatas dalam hal akses transportasi maupun komunikasi. Bisa jadi karena kendala itu program tersebut belum tersosialisasi sampai ke sana, atau bisa jadi mereka sebetulnya mau mengadu tapi bingung harus kemana,” sebutnya lagi.

Dia menjelaskan, masyarakat Kuriwamesa yang berdomisili di pedalaman Kabupaten Teluk Wondama, Teluk Bintuni dan Kaimana sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani tradisional.

Selama ini, mereka sepenuhnya menggantungkan hidup dari hasil alam.  Dengan prinsip sederhana bahwa, hidup harus dijalani dengan kondisi yang ada di sekitar mereka.

“Bagi saya, mereka belum cukup sejahtera. Semoga program ini bisa sampai dan membantu menopang kebutuhan mereka,” ujarnya lagi.

Williem berharap, pembangunan infrastruktur terutama transportasi si wilayah pedalaman Papua Barat terus digenjot. Keterbatasan transportasi dinilai sebagai faktor yang cukup mempengaruhi kondisi kemiskinan masyarakat pedalaman.

“Seperti yang dialami waria kami di Kampung Idor, Distrik Wamesa, Teluk Bintuni. Mereka akan kesulitan jika mereka harus mengambil bantuan melalui KKS ini ke kantor Pos,” sebutnya.

Dia menjelaskan, belum ada jalan darat dari dan menuju kampung tersebut. Satu-satunya akses transportasi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan sungai.

“Saat air pasang mereka bisa mendayung perahu. Saat surut terpaksa bertahan sampai air naik lagi,” kata dia lagi. (IBN)

Tinggalkan Balasan