25,75 hektare lahan program cetak sawah di Manokwari

Program Percepatan Perluasan Sawah Ditargetkan Rampung 30 September

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Program Percepatan Perluasan Sawah di Indonesia sampai saat ini mencapai 96 persen. Seluruhnya diharapkan rampung pada 30 September mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua Percepatan Perluasan Sawah, Kerja Sama Kementrian Pertanian dan TNI-AD BrigJen. Hendra Yus, kepada wartawan, kemarin.

“Sudah 96 persen dari 132.000 hektar. Semoga semua bisa selesai, agar bisa menjadi kado Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober mendatang,” kata Hendra usai menghadiri penanaman padi serentak di Kampung Sumber Boga, Distrik Masni.

Dikatakan, untuk tahun 2017 dengan program yang sama akan dicetak sebanyak 260 ribu hektar, khusus di Papua dan Papua Barat seluas 1.450 hektar. Program ini, rencananya akan dilaksanakan selama tiga tahun, dan 2016 merupakan tahun pertama pelaksanaan program peningkatankesejahteraan petani ini.

Dalam pelaksanaannya, beberapa kendala harus dihadapi oleh TNI-AD untuk melaksanakan program percepatan perluasan lahan di antaranya, medan yang cukup sulit dalam memobilisasi alat berat ke beberapa lokasi yang akan dilakukan pembukaan lahan baru.

“Kalau untuk petani tidak ada masalah, umumnya mereka berterima kasih dengan adanya program ini,” ujarnya.

Diketahui, untuk di Kabupaten Manokwari biaya cetak sawah seluas 1 hektar menghabiskan dana sekitar Rp 20 juta yang didanai oleh Kementrian Pertanian. Sehingga banyak masyarakat petani yang memiliki lahan tidur, bisa memanfaatkan program ini gratis tanpa dipungut biaya apapun, bahkan akan pembiayaannya di teruskan hingga masa panen dilakukan oleh petani pemilik lahan tersebut. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan