Pendamping Keluarga Harapan (PKH).

Program PKH Mulai Menyentuh Distrik di Mansel

MANSEL, CAHAYAPAPUA.com– Program Keluarga Harapan (PKH) yang di turunkan Kementrian Sosial mulai menyentuh seluruh distrik di Kabupaten Manokwari Selatan.

Sejak dibentuk tahun 2012 lalu hingga tahun 2015 dari 6 distrik di Manokwari Selatan, hanya ada dua distrik yang menerima bantuan dana dari program PKH.

Namun untuk tahun 2016, akan ada penambahan tiga distrik, sehingga dari enam distrik yang ada, tinggal satu distrik yang dipastikan tidak menerima bantuan tersebut.

Dengan bertambahnya tiga distrik sebagai penerima bantuan PKH, maka jumlah penerima bantuan yakni Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) juga meningkat dua kali lipat, dari sebelumnya sekitar 1400 lebih naik menjadi 3000 lebih RTSM.

Khusus untuk Program PKH, tahun 2016 siswa SMA akan dimasukkan dalam RTSM. Mereka juga akan ikut menerima bantuan uang tunai. “Sebelumnya kan hanya SD dan SMP, tapi tahun 2016, SMA juga mendapatkan bantuan dana,” kata Yohanis Manosir, Koordinator PKH Kabupaten Manokwari Selatan kepada Cahaya Papua, baru-baru ini.

Seperti diketahui di dalam program PKH ini, pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial mengalokasikan dua jenis bantuan, yakni bantuan kesehatan dan bantuan pendidikan yang diberikan khusus kepada Keluarga Sangat miskin (RTSM). Data RTSM ini ditentukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Jadi sasarannya kita adalah rumah tangga, bukan keluarga, bisa saja di dalam satu rumah tangga ada dua keluarga atau lebih, tergantung dari konsepnya,” katanya.

Lanjut Mandosir menjelaskan, bantuan uang tunai ini diserahkan kepada RTSM sesuai jumlah Anggota Rumah Tangga yang memiliki kriteria yang diminta oleh program tersebut. Kriteria yang dimaksud adalah Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui, kemudian Balita, dan siswa SD, SMP. Dan untuk tahun 2016 akan ditambahkan kepada siswa SMA.

“Tapi kita cuma ambil satu dari setiap kriteria, kalau misalnya didalam RTSM ada dua siswa SD atau balita maka yang diambil hanya satu, dan apabila di dalam RTSM ditemui tidak ada siswa SD akan tetapi kriteria yang lain ada, maka RTSM tersebut tidak mendapatkan bantuan untuk siswa SD, tetapi bantuan untuk lainnya tetap didapat,” jelasnya.

Terkait RTSM penerima bantuan PKH, sudah ditentukan oleh pemerintah pusat, petugas di daerah hanya bertugas melakukan falidasi data, apakah RTSM yang bersangkutan masih memiliki kriteria yang diminta dari program ini atau RTSM tersebut masih berada di tempat.

Setelah melakukan pencocokan data dengan lapangan maka hasilnya akan dikirim kembali ke pihak kementrian. “Kami hanya menerima data, entah nantinya yang tercantum ternyata tidak miskin akan tetapi kami tidak punya wewenang untuk mengganti atau menentukan RTSM penerimah bantuan di daerah,” jelasnya lagi.

Sesuai informasi data RTSM penerima bantuan program PKH dikirimkan langung oleh Kementrian kepada tim falidasi di daerah masih menggunakan data BPS tahun 2011. Menurut Mandosir untuk 5 distrik yang ada di Kabupaten Manokwari Selatan terlambat dimasukkan datanya, sehingga belum bisa menggunakan data terbaru.

“Untuk Distrik Momiwaren tercatat 616, Nenei 404, Isim 812, Ransiki dan Oransbari masih tetap pakai data lama yaitu 887 dan 600 lebih,” jelas Mandosir. |SOETANTO|BUSTAM

Tinggalkan Balasan