Ilustrasi Panti Pijat

Prostisusi terselubung terendus di Pasar Wosi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Lapak jualan di Pasar Wosi yang baru dimanfaatkan, ternyata dijadikan pula sebagai lokasi transaksi prostitusi terselubung bagi para pria hidung belang. Hal ini diungkap Moning, salah satu pedagang di Pasar Wosi kepada wartawan, Rabu (12/7).

“Di sini (Pasar Wosi, red) bukan saja tempat jual beli kebutuhan rumah tangga, tapi ada perempuan remaja lalu lalang tawarkan jasa kepada pria hidung belang. Ada perempuan yang umurnya masih belasan kisaran 17 tahun,” tutur Ibu Rumah Tangga ini yang kesehariannya menjual ramuan tradisional.

Ia menceritakan, pernah menangkap basah pria hidung belang yang sedang melakukan transaksi esek – esek dengan anak baru gede atau ABG di Lapak Pasar Wosi. Bahkan pernah pula dia ditawar pria hidung belang untuk memuaskan nafsunya.

“Saya pernah didatangi pria hidung belang, dikira saya ini sama dengan perempuan tra baik, pria itu bilang dari pada kitong pakai hotel, mending ayo kita ke pinggiran sana (lapak, red) biar tambah ko pung penghasilan,” aku Moning yang terlihat kesal dengan insiden tersebut.

Biasanya lanjut dia, setiap hari selama aktivitas pasar mulai jam 6 pagi hingga jam 18.00 Wit sore terjadi tawar menawar transaksi esek – esek dalam Pasar Wosi.

“Hampir setiap hari anak – anak ABG lalu lalang menawarkan jasa layaknya pedagang sayur. Saya bahkan pernah bertengkar dengan bapak-bapak hidung belang yang salah kira terhadap kami ibu – ibu yang memang berjualan di sini, mereka pikir kita semua sama,” kesalnya.

Ia pun berharap pemerintah daerah dan aparat kepolisian  dapat rutin melakukan patroli di Pasar Wosi guna mencegah masalah prostitusi terselubung seperti ini.

Sementara itu Plh. Kepala Dinas Peridagkop Manokwari Rositha Watofa yang dikonfirmasi terkait persoalan diatas, menyatakan pemerintah daerah akan segera membentuk UPTD atau Unit Pelaksana Teknis Daerah untuk melakukan pengawasan di Pasar Wosi.

“UPTD akan segera kita bentuk supaya mengawasi pasar jangan sampai terjadi jual beli los maupun masalah prostitusi terselubung,” kata Rositha.

Lain lagi dengan pernyataan ketua Asosiasi Pedagang Pasar Wosi (Aspepasi) Abdul Hakim Karim. Ia mengaku baru mendengar info tersebut saat ditanya wartawan di lokasi pasar. “Saya baru tahu ada prostitusi terselubung di pasar ini,” singkat Abdul. (mar)

 

Tinggalkan Balasan