Bangunan MCK yang belum dipasangi pintu.
Bangunan MCK yang belum dipasangi pintu.

Proyek MCK TA 2015 di Jalan DPRD Terbengkalai

KAIMANA, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui instansi terkait diminta segera menyelesaikan pembangunan satu paket bangunan MCK yang dilengkapi bak penampungan air dan sumur di Dusun Komoro Jalan Perumahan DPRD. Pasalnya, hingga saat ini pembangunan MCK yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2015 dimaksud belum selesai dikerjakan.

Belum selesainya pembangunan paket MCK mengakibatkan masyarakat di dusun tersebut memanfaatkan lokasi pantai sebagai tempat membuang kotoran (tinja). Sementara untuk kebutuhan mandi, cuci dan air bersih, mereka terpaksa mengambil dari sumur tetangga, bahkan terkadang memanfaatkan air laut.

Pantauan Cahaya Kaimana, kondisi MCK yang dikeluhkan warga sangat memprihatinkan. Sumur yang dibangun hanya berkedalaman kurang lebih 1,5 meter dengan kondisi air bercampur tanah, sampah dan rumput. Kondisi yang sama juga terlihat pada bak penampungan. Kedalaman bak juga sama seperti sumur yakni 1,5 meter, didalamnya ditumpuki tanah dan ditumbuhi rumput.

Demikian juga bangunan MCK. Beberapa unit MCK berkonstruksi permanen tersebut belum dipasangi pintu. Beberapa diantaranya bahkan sudah mengalami kerusakan pada bagian dalam. Lokasi pembangunan MCK ini sendiri berada tepat disamping bangunan PAUD Misi, tidak jauh dari rumah warga Kokonao. Warga setempat saat dikonfirmasi mengatakan, pembangunan MCK ini dilaksanakan pada tahun 2015.

“Ini pekerjaan tahun 2015, tapi sampai hari ini belum selesai. Dong kasih tinggal pekerjaan itu sudah dari lama. Itu memang kebutuhan kami untuk mandi, cuci, juga buang air. Tapi karena belum selesai, kami terpaksa pergi buang air di pantai sana. Kalau untuk mandi, cuci atau air untuk masak kami ambil dari sumur tetangga, kadang juga timba air laut. Kalau bisa pemerintah tolong perhatikan masalah ini karena ini sangat kami butuhkan,” ungkap warga.

Kesempatan terpisah, saat bertemu wartawan di Bandara Utarom Kaimana, Rabu (2/11/2016) Bupati Kaimana Matias Mairuma akui telah mendapat laporan terkait kondisi MCK dimaksud. Bupati tegaskan akan meminta pertanggungjawaban dinas terkait karena pembangunan apapun, harus bisa membawa manfaat bagi masyarakat.

“Ada informasi bahwa ada pembangunan MCK di dusun Komoro belum selesai 100%. Bagaimana kita bisa naik peringkat kalau pekerjaan yang dilaksanakan tidak memberikan impact positif bagi masyarakat,” tukas Bupati kecewa. (ISA)

Tinggalkan Balasan