Ilustrasi Proyek Rumah detik.com

Proyek Rumah Murah Bodong Marak Lagi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– – Politisi Partai Demokrat, Aminadap Asmuruf mengimbau pengusaha asli Papua agar lebih cermat dan tidak tergesa-gesa merespon proyek rumah murah.
“Ada rumah yang ditawarkan kepada masyarakat per unit, Rp.1 juta. Kontraktor yang mau bangun sepuluh rumah harus serahkan uang Rp.10 juta. Saya harap masyarakat berhati-hati,” kata Aminadap Asmuruf, Rabu (10/6/2015)
Menurut Aminada Asmuruf modus penipuan rumah murah ini kerap muncul di setiap tahun anggaran. Modus seperti ini sudah sering muncul sejak 2007 hingga 2010 silam.
“Modusnya selalu berubah dan para pemainnya menyasar pengusaha-pengusaha kecil yang berusaha mendapatkan proyek pemerintah baik di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi,” katanya.
Kejanggalan dalam proyek ini bisa dilihat dari gelagat konsultan yang tidak memiliki kantor perwakilan. Hanya menginap di hotel dan seluruh kebutuhannya harus ditanggung oleh para calon kontraktor.
“Sekarang ini, para kontraktor disuruh membangun menggunakan uang pribadi dulu. Anehnya lagi, di Papua Barat ini tidak ada bank yang mampu mencairkan uang Rp.11 milia dalam sehari. Omong kosongnya luar biasa,” tukasnya. |RASYID