Gubernur Papua Barat Abraham Atururi menyerahkan KUA PPAS RAPBD 2016 kepada pimpinan DPR Papua Barat, kemarin. Proyeksi RAPBD Papua Barat mencapai Rp 6,3 triliun.

Proyeksi RAPBD Papua Barat Capai Rp 6,3 Triliun

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2016 sebesar Rp. 6,307 triliun lebih.

Total pendapatan itu bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan senilai Rp.324,239 miliar, dana perimbangan sebesar Rp.2,889 triliun lebih serta pendapatan lain-lain yang sah mencapai Rp.3, 93 triliun.

Rancangan pendapatan anggaran ini disampaikan oleh Gubernur Papua Barat, Abraham O.Atururi kepada DPR Papua Barat (DPRPB) untuk dibahas dan ditetapkan. RAPBD tersebut disampaikan dalam rapat paripurna penyerahan dan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) yang berlangsung, Kamis (3/12/2015).

Adapun target pembiayaan yang bersumber dari penerimaan SiLPA tahun anggaran sebelumnya, diperkirakan sebesar Rp.580, 529 miliar. Dengan pengeluaran pembiyaan berupa penyertaan modal pemerintah sebesar Rp. 100 miliar.

“Tujuan dan sasaran APBD 2016 tetap diarahkan pada pendekatan pro poor, pro job, pro growth, dan pro environment. Manfaat APBD juga harus menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan daerah yang bersih, baik, dan benar,” kata gubernur.

Target pendapatan tahun 2106 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 5,70 persen dari tahun 2015. Sementara estimasi total pendapatan mengalami penurunan sebesar 10,33 persen. Rapat paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRPB J. A.Jumame didampingi Wakil Ketua, Ranley Mansawan. |RASYID FATAHUDDIN|EDITOR : BUSTAM