Poppy Amalia, M.Psi, Pimpinan Biro Psikologi Psikodinamika, Jakarta.
Poppy Amalia, M.Psi, Pimpinan Biro Psikologi Psikodinamika, Jakarta.

Psikotes Pejabat, Kaimana Layak Jadi Contoh

KAIMANA, Cahayapapua.com— Pendiri Biro Psikologi Psikodinamika, Poppy Amalia, M.Psi, Psikolog, CHt, MNPL mengaku bangga terhadap terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kaimana, dalam hal ini Bupati Matias Mairuma dan Wabup Ismail Sirfefa yang melakukan Assessment Centre atau yang lazim disebut tes psikologi terhadap calon pejabat yang nanti akan menempati posisi penting di lingkup Pemerintahan Daerah Kaimana.

Di Indonesia, baru dua institusi yang melaksanakan kegiatan ini yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga di tingkat pusat dalam rangka memilih sekretaris menteri dan deputi, serta Kabupaten Kaimana untuk level daerah kabupaten/kota maupun provinsi.

“Ini sesuatu yang luar biasa, walaupun di daerah kabupaten tapi sudah melaksanakan standar yang dilakukan secara nasional dimana provinsi dan kabupaten lain belum melakukannya. Kami bangga dan salut aja sama Pak bupati yang punya pemikiran visioner. Beliau ngomong walaupun saya di kampung jauh, tapi tidak mau begitu, saya mau ini berubah. Bangga aja dengarnya,” ujar mantan pramugari yang beralih profesi menjadi psikolog dan motivator ini.

Lebih jauh Poppy Amalia jelaskan, assessment center ini dilaksanakan berawal dari adanya keinginan Bupati Kaimana untuk membentuk tim kerja yang solid, jujur, berintegritas, berdisiplin tinggi, mengutamakan kepentingan rakyat, pekerja keras serta memiliki kecerdasan intelektual. Bupati jelasnya, ingin mengubah potret Papua menjadi provinsi yang lebih baik di mata semua orang, dan dimulai dari Kabupaten Kaimana.

“Tapi yang diutamakan adalah sikapnya dalam bekerja, bukan kecerdasannya. Dibutuhkan orang-orang yang rajin, mampu berkomunikasi dan tidak main-main dalam bekerja. Karena beliau ingin mengubah potret Papua untuk menjadi provinsi yang lebih baik, dimulai dari Kabupaten Kaimana. Kaimana akan menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain,” ungkapnya kepada wartawan di VIP Gedung Pertemuan Krooy.

Diakhir penjelasannya, Ia mengatakan, Kabupaten Kaimana merupakan institusi kedua yang melaksanakan assessmen center dalam menempatkan pejabat, setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Standar yang dipakai adalah standar kompetisi nasional. “Mengapa standar nasional karena saat ini lembaga kami juga sedang melakukan kegiatan yang sama di Kemenpora. Kita lagi memilih sekretaris menteri dan juga deputi-deputi. Ini metodologi yang menggabungkan antara asesor psikolog dengan panitia seleksi. Di Indonesia baru Kemenpora dan Kaimana yang melaksanakan ini. Ini terobosan yang benar-benar luar biasa,” ujarnya bangga. (ISA)

Tinggalkan Balasan