Ilustrasi sidang putusan perkara Pilkada Kabupaten Teluk Bintuni

PTUN Jayapura Menangkan KPU Bintuni

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com – Akhir Juli lalu, bertempat di Jayapura, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura telah menggelar sidang putusan perkara Pilkada Kabupaten Teluk Bintuni, dengan Daniel Asmorom dan Yohanes Manibuy sebagai pelawan dan KPU Bintuni sebagai terlawan.

Hasil sidang putusan, PTUN Jayapura telah memutus perlawanan tersebut. Dengan amar putusan yang pertama menolak gugatan perlawanan dari para pelawan, yang kedua menyatakan para pelawan sebagai pelawan yang tidak benar. Dan yang ketiga membebankan pelawan membayar biaya perkara sebesar Rp. 86 ribu.

Perkara tersebut diadili oleh majelis hakim yang diketuai Firman, hakim anggota Ratna jaya dan Yohanes Kristian Otulo juga panitera pengganti Suyadi.

Kuasa Hukum KPU Teluk Bintuni Daniel Tonapamasiku mengatakan gugatan di PTUN Jayapura tersebut pada sidang dismisal, hakim mengeluarkan penetapan yang menyatakan bahwa, perkara tersebut tidak menjadi kewenangan PTUN Jayapura. Sehingga pengadilan Tata Usaha Negara melalui PTUN Jayapura mengeluarkan penetapan yang intinya bahwa PTUN Jayapura tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

Dia menjelaskan, namun atas penetapan tersebut sesuai dengan undang-undang, dimungkinkan untuk mengajukan perlawanan dalam jangka waktu paling lama 14 hari atas adanya penetapan proses dismisal.

“Jadi penetapan dismisal dikeluarkan pada tanggal 8 Juni 2016, dan tanggal 16 Juni 2016 mereka kembali mengajukan perlawanan atas penetapan PTUN Jayapura sebagaimana terdaftar dalam perkara Nomor 10/PLW/2016/PTUN.JPR dan atas perkara tersebut PTUN jayapura sudah memeriksa perlawanan tersebut, sidang pertama pada 18 Juni 2106,” kata kuasa hukum KPU Bintuni, di Bintuni pekan kemarin.

Dikatakan Danile, dalam sidang tersebut PTUN jayapura sudah memanggil para pihak dalam hal ini Daniel Asmorom dan Yohanes Manibuy sebagai pelawan dan KPU Bintuni sebagai terlawan.

“Sebagai terlawan KPU Bintuni sudah mengajukan jawaban. Dan kemudian pada tanggal 20 Juli 2016, KPU Bintuni sudah mengajukan bukti-bukti. Sementara dari pihak pelawan dalam hal ini Daniel Asmorom dan Yohanes Manibuy bahkan mengajukan ahli. Selanjutnya pada tanggal 27 Juli 2016 PTUN Jayapura telah memutus perlawanan tersebut. Dan kami mendapat salinan perkara resmi tersebut,” kata kuasa hukum KPU Bintuni yang berkantor di Jakarta.

Dalam salinan putusan tersebut diberikan juga keterangan, keterangan Nomor 112/SP/2016/PTUN.JPR catatan salinan ini berkekuatan hukum tetap, artinya perkara perlawanan ini diputus PTUN Jayapura, atas putusan tersebut tidak ada upaya hukum. Dengan kata lain semua perkara yang ada di PTUN jayapura itu sudah selesai tidak ada lagi upaya hukumnya.

“Saya tidak mengetahui kalau kemudian yang bersangkutan menggugat dipengadilan lain saya tidak tahu. Tapi kalau bicara soal PTUN Jayapura perkara ini sudah selesai. Dengan putusan ini berkekuatan hukum tetap karena tidak ada upaya hukum. Jadi inilah secara singkat yang kami bisa sampaikan mengenai putusan PTUN Jayapura ini,” pungkasnya. (ART)

Tinggalkan Balasan