Puji Pesparawi XII, Gubernur Dominggus: Kaimana Luar biasa

KAIMANA, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Kaimana yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparawi XII menggelar acara welcome party dengan mengundang seluruh pejabat pemerintah daerah Papua dan Papua Barat, termasuk pihak Kepolisian dan TNI menghadiri jamuan makan malam bersama di Rumah Jabatan Bupati Kaimana di Krooy Gunung, Kamis (14/9) malam.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, tuan rumah Kabupaten Kaimana sangat luar biasa dalam penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi se-Tanah Papua. Menjadi tuan rumah yang baik lanjutnya, telah dibuktikan oleh Pemerintah Kabupaten Kaimana dan panitia penyelenggara sejak penjemputan tamu hingga pelaksanaan lomba.

Dominggus memuji kesigapan Kaimana tersebut dan mengatakan itu telah sesuai dengan komitmen Bupati Kaimana ketika berlangsung Pesparawi XI di Kabupaten Jayawijaya beberapa tahun lalu.

“Beberapa tahun lalu di Wamena Pak Bupati sudah meyakinkan semua pihak bahwa Kaimana siap. Dan puji Tuhan, kita bisa lihat dari beberapa hari lalu, bahkan sampai hari ini, semuanya sangat luar biasa. Saya sempat hadir di beberapa kegiatan, menyaksikan beberapa lomba, penyelenggaraannya sangat teratur dan sistematis,” ujar Gubernur.

Lebih jauh orang nomor satu Papua Barat ini menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana dan panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan penyelenggaraan Pesparawi XII dengan baik.

Gubernur juga mengaku bangga karena ada keterlibatan umat Muslim didalam kepanitiaan, maupun dalam mensukseskan pelaksanaan Pesparawi. Gubernur berharap agar persatuan dan kesatuan, serta toleransi antar umat beragama yang telah terjalin baik ini tetap dipertahankan dan ditingkatkan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati, serta Ibu Sekda selaku ketua panitia penyelenggara. Ketua panitia Ibu Sekda ini Muslim, tetapi luar biasa telah bekerja keras mensukseskan Pesparawi. Memang kita di Tanah Papua ini, bahkan di Indonesia, adalah satu keluarga. Mari kita menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan antara semua umat beragama, semua suku, ras, budaya dan golongan. Kita harus menjadi satu dalam setiap perbedaan,” pungkas Gubernur.

Acara welcome party di kediaman Bupati Kaimana ini diisi berbagai kegiatan. Salah satunya penyerahan cinderamata berupa asesories Perahu Kajang dari Pemerintah Kabupaten Kaimana dan Buah Merah titipan dari Wamena kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Papua dan Papua Barat. Perahu kajang merupakan symbol kebersamaan untuk membangun Papua, sedangkan buah merah sebagai symbol untuk mengingatkan pemerintah bahwa masih banyak daerah terpencil di Tanah Papua yang membutuhkan perhatian.

Sementara itu, batalnya kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kaimana, untuk membuka Pesparawi, mengundang kritik tokoh agama kepada Kantor Sekretariat Negara.

Tokoh Gereja Papua Pater John Jonga mengatakan, batalnya kunjungan Jokowi menunjukkan Kantor Sekretariat Negara tidak profesional. “Padahal kami sudah koordinasi dengan Sekretariat Negara sejak jauh-jauh hari. Ini menunjukkan orang Sekretariat Negara tidak profesional,” kata Pater John, seperti dikutip Jubi, Kamis (14/9).

Menurut Pater John yang sudah berada di Kaimana sejak pekan lalu, siang Kamis lalu ia mendapatkan kabar bahwa Presiden tidak punya rencana membuka Pesparawi, bahkan Presiden disebut juga tak tahu soal Pesparawi itu.

Ia tak bisa menutupi kekecewaanya karena kegiatan tersebut sudah ditunda satu minggu hanya untuk menyesuaikan dengan jadwal Presiden. “Tentu kami kecewa. Panitia dan semua peserta juga kecewa. Betul-betul tidak profesional mereka (Sekretariat Negara) itu,” ulang Pater John.

Menurut Pater John, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi secara intens dengan Sekretariat Negara dan lingkaran Istana Kepresidenan sehingga ia yakin Presiden tidak lupa jika informasi ini benar-benar sampai di Presiden.

“Awal Agustus lalu, Bupati Kaimana Matias Mairuma khusus diundang ke Jakarta bertemu Mensesneg Pratikno untuk hal ini. Ketika itu Mensesneg menjelaskan, pada 9 September Presiden melakukan lawatan ke Vietnam, dan baru bisa ke Kaimana pada 15 September 2017,” jelas pastor John.

Batalnya kunjungan Jokowi ke Kaimana disampaikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan satu hari sebelum pembukaan Pesparawi. Dominggus mengaku telah mendapat pesan soal batalnya kunjungan Jokowi tersebut.

Disatu sisi Bupati Kaimana Matias Mairuma masih optimis Presiden bisa hadir untuk membuka Pesparawi. Menurut Bupati, jadwal kegiatan Presiden ke Vietnam merupakan agenda lama yang sudah dijelaskan oleh Mensesneg kepada tim Kaimana ketika mempresentasikan kegiatan Pesparawi di Kementerian Sekretaris Negara 3 Agustus lalu. (isa/*)

Tinggalkan Balasan