Aktivis, apatur pemerintah daerah dan warga Pulau Raam, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong baru-baru ini menandatangi deklarasi pelestarian lingkungan yang juga bertepatan dengan hari Segitiga Terumbu Karang di Pulau Raam. Selain deklarasi, juga berlangsung sosialisasi dan pembersihan pantai di Pulau Raam sebagai bagian dari komitmen para pihak untuk menjaga kelestarian laut.

Pulau Raam Dipilih sebagai Tempat Deklarasi Pelestarian Lingkungan

SORONG, Cahayapapua.com—– The Natural Conservation (TNC) Kota Sorong-Raja Ampat, bekerjasma dengan Balai Lingkungan Hidup (BLH) Kota Sorong, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sorong Raya dan masyarakat Pulau Raam, Kota Sorong, baru-baru ini mendeklarasi gerakan mendukung pelestraian lingkungan di Pulau Raam.

Ada tiga poin yang diangkat dalam deklarasi tersebut, yaitu mendukung upaya konservasi dan sumberdaya alam secara bijaksana dan lestari. Tidak membuang sampah di laut serta tidak boleh menangkap ikan menggunakan alat tidak ramah lingkungan seperti bom.

Tiga poin deklarasi tersebut langsung ditandatangani oleh nelayan Pulau Raam, BLH Kota Sorong, TNC, PWI, Kepolisian dan Kepala Kelurahan Raam.

“Masyarakat jangan asal menangkap ikan dengan alat yang dapat merusak lingkungan. Pelestarian lingkungan hidup itu sangat perlu, sehingga generasi berikut dapat menikmatinya pula,” ujar Kepala BLH Kota Sorong, Juan Kelly Kambu dalam sambutan pasca deklarasi tersebut Sabtu pekan lalu.

Menurut Kelly Kambu, Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di laut maupun darat, agar dijaga baik, sebab terumbu karang merupakan tempat tinggal makhluk hidup di laut, begitu juga pepohonan di daratan yang sering ditempati oleh makhluk hidup lainnya.

“Jika SDA dimusnahkan, secara otomatis ikan maupun hewan-hewan di daratan akan punah, sebab tempat mereka (hewan) tinggal dan berkembang biak, telah rusak oleh tangan yang tidak bertanggung jawab.”

Usai malakukan deklarasi, PWI, BLH, TNC dan pihak kelurahan melakukan pembersihan pantai, untuk memperingati hari lingkungan hidup dan segitiga terumbu karang dunia di kepala burung Papua. (NSR)

Tinggalkan Balasan