Kabid Perhubungan Darat Samsudin Maswatu memberikan keterangan terkait razia gabungan penertiban kendaraan.

Puluhan Kendaraan Terjaring Razia

KAIMANA, Cahayapapua.com— Kurang lebih 20 unit kendaraan angkutan umum roda empat Kota Kaimana terjaring razia gabungan Kantor Perhubungan Kominfo, TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Kaimana terpusat di Terminal Pasar Krooy, Selasa (8/3/2016). Kegiatan yang melibatkan puluhan personil ini bertujuan mengecek kelengkapan surat kendaraan, kelayakan beroperasi dan penertiban penggunaan asesories reben pada kaca mobil demi keselamatan pengguna atau penumpang.

Koordinator kegiatan yang juga Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Kantor Perhubungan Kominfo Kaimana, Syamsudin Maswatu, S.Sos saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, swiping gabungan ini dilaksanakan dalam rangka mengecek kelengkapan administrasi maupun perangkat kendaraan guna menjaga keselamatan penumpang. Razia kali ini merupakan kegiatan tahap pertama tahun 2016 dan akan dilaksanakan satu kali lagi sesuai jadwal yakni dua kali dalam setahun.

Dijelaskan, kegiatan ini melibatkan instansi terkait seperti Satpol PP dengan jumlah personil 15 orang, Satlantas Polres 15 personil, POM 10 personil dan Kantor Hubkominfo sebanyak 32 orang. Setiap instansi melaksanakan tugas masing-masing, seperti Satpol PP yang melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda dua dan roda empat plat merah, Satlantas memeriksa STNK dan SIM, POM memeriksa kelengkapan pada kendaraan yang digunakan TNI, sedangkan Kantor Hubkominfo terkait ijin trayek dan administrasi lainnya, termasuk pemeriksaan kotak P3K dan penertiban penggunaan kaca reben.

“Kegiatan ini menyangkut keselamatan penumpang. Selain memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, kami juga melakukan pemeriksaan terhadap ketersediaan kotak P3K dalam angkutan umum, termasuk melakukan penertiban kaca reben dan uji kir dalam hal ini memeriksa bagian-bagian kendaraan apakah layak beroperasi atau tidak. Terkait kaca reben, pada kendaraan angkutan umum memang tidak diperbolehkan sehingga kami mencopotnya karena dikuatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi ketika kendaran tersebut mengangkut anak sekolah,” jelas Maswatu.

Disinggung sanksi yang diberikan kepada pemilik kendaraan yang terjaring razia, Kabid Perhubungan Darat ini mengatakan, pihaknya akan mengirim surat peringatan kepada pemilik kendaraan agar memperhatikan dan melengkapi segara persayaratan yang berkaitan dengan kelayakan beroperasi. Dikatakan, setiap pemilik kendaraan terutama angkutan umum wajib menyediakan kotak P3K, tidak diperkenankan menggunakan kaca reben, melengkapi surat kendaraan dan perangkat utama kendaraan seperti rem, lampu dan lainnya harus dalam keadaan layak beroperasi,” tegasnya. (ISA)

Tinggalkan Balasan