Hutan Papua Barat. libregraphics.asia.

Puluhan Masyarakat Adat Papua Dilatih Hitung Potensi Kayu

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Dinas Kehutanan Papua Barat mengumpulkan puluhan masyarakat asli Papua pemilik hutan adat yang tersebar di 13 kabupaten/kota untuk mengikuti pelatihan pengukuran kayu di Manokwari kemarin.

Pelatihan pengukuran kayu digelar sebagai respon atas kegelisahan masyarakat adat terhadap perbedaan perhitungan potensi kayu oleh perusahaan kayu dengan yang dihitung masyarakat adat dalam suatu areal hutan yang akan dijual.

“Banyak informasi dari masyarakat terkait ketidakpuasan tentang hasil pengukuran oleh perusahaan. Disisi lain perusahaan menyatakan mereka sudah melakukan pengukuran dengan benar. Ini akan menjadi konflik jika tidak diselesaikan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Hendrik Runaweri saat pembukaan kegiatan.

Hendrik mengatakan, sebenarnya masyarakat adat sudah memiliki kemampuan dasar menghitung potensi kayu namun secara detil belum sepenuhnya memahami metode pengukuran.

Pelatihan ini menurut dia digelar untuk menyeragamkan metode pengukuran sesuai standar kehutanan. “Kalau alat ukurnya sudah sama, metodenya sama, kita harapkan hasilnya juga sama,” ujarnya.

Hendrik mengatakan, metode pengukuran kayu dalam pelatihan ini selain mengacu pada UU Kehutanan 14/1999, juga disandarkan pada semangat UU Otonomi Khusus Papua.

Selain dilatih tentang cara mengukur kayu, sekitar 30 peserta pelatihan juga akan mendapat ulasan soal kebijakan sistem pengolaan hutan lestari, penataan hasil hutan dan pengenalan jenis kayu baik secara teori maupun praktek yang digelar selama 3 hari. |DINA RIANTI