ilustrasi (2)

Puluhan Masyarakat Sorsel Dilatih Manfaatkan Hutan Mangrove

TEMINABUAN, CAHAYAPAPUA.com— Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang tinggal di sekitar hutan mangrove. Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan mangrove dilatih bagaimana mengelola hutan mangrove agar bermanfaat.

Untuk mengelola hutan mangrove tersebut, KPHP Kabupaten Sorsel selama 2 hari mulai Selasa (15/12) hingga Rabu (16/12) memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengelolaan Mangrove bagi masyarakat dari wilayah pesisir Distrik Konda yakni Kampung Nakna, Konda dan Wamargege.

Kepala KPHP Sorsel Reyonold Kesaulija sela-sela kegiatan tersebut menjelaskan kegiatan diklat pengelolaan hutan mangrove bagi masyarakat tersebut pihaknya bekerjasama dengan Balai Diklat Kehutanan Makassar dan Balai Penelitian Kehutanan Manokwari untuk mendatangkan instruktur yang melatih masyarakat.

Jumlah peserta Diklat Pengelolaan Mangrove sebanyak 30 orang berasal dari 3 kampung di Distrik Konda. Pihaknya menampung peserta pelatihan di Hotel Mratuwa Sesna, mengingat materi yang diberikan di dalam kelas cukup padat, hingga malam hari.

“Pada hari kedua peserta Diklat Pengelolaan Mangrove akan praktek langsung di pantai Konda. Jadi setelah menerima materi di kelas kemudian turun ke lapangan,” tegasnnya.

Bertempat di Hotel Mratuwa Sesna Selasa kemarin Kepala KPHP Reynold Kesaulija menjelaskan, instruktur yang melatih peserta sebanyak 2 orang yakni I Nyoman Udiana, S.Sos dari Balai Diklat Kehutanan Makassar dan Ezron Batorinding, S.Hut, M.Sc dari Balai Penelitian Kehutanan Manokwari.

Kedua instruktur tersebut akan menberikan materi secara lengkap tentang mangrove kepada peserta Diklat, sehingga peserta Diklat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan mangrove. Dengan demikian peserta Diklat sadar kalau hutan mangrove harus dijaga dan dikelola dengan baik, sehingga mendatangkan keuntungan dan mensejahterakan masyarakat.

Materi yang disampaikan antara lain ekosistem mangrove, pemanfaatan hutan mangrove, kebijakan hutan mangrove Indonesia dan pengelelolaan hutan mangrove. Selain itu juga peserta Diklat akan menerima materi perencanaan pengelolaan hutan mangrove, pembibitan mangrove, teknik penanaman mangrove, teknik rehabilitasi/konservasi mangrove dan pengembangan kelompok tani mangrove. |NASIR