Warga membersihkan puing-puing sisa bangunan pasar yang terbakar. Api melalap habis Pasar Soyar Wasior di Teluk Wondama Sabtu pagi. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Puluhan pedagang di Wondama kehilangan sumber penghasilan

WASIOR, Cahayapapua.com— Pasar Soyar di kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Sabtu (18/11) pagi ludes terbakar. Api menghanguskan seluruh kios dan los pasar termasuk sedikitnya 4 unit rumah warga di dekat kompleks pasar.

Si jago merah juga melalap Kantor Pertanahan yang berada persis di sisi timur pasar tertua di Teluk Wondama. Tidak ada kerugian jiwa namun kerugian harta benda diperkirakan mencapai ratusan juta. Puluhan pedagang yang selama ini bergantung hidup dari pasar tersebutpun kehilangan sumber penghasilan.

Menurut keterangan warga, nyala api mulai terlihat sekitar pukul 05.20 WIT, diperkirakan berasal dari salah satu kios di bagian tengah pasar. Api langsung membesar karena semua kios merupakan bangunan semipermanen yang mudah terbakar.

Upaya pedagang bersama warga memadamkan api dengan peralatan seadanya tak banyak membantu karena api dengan sangat cepat merambat ke bangunan di sekitar.  Akibatnya sebagian besar barang dagangan pedagang tidak sempat diselamatkan.

Warga juga tidak bisa mengandalkan mobil pemadam kebakaran karena Pemkab Wondama sejauh ini memang belum memiliki mobil damkar.

Adi, seorang pedang sembako dan barang campuran mengaku semua barang jualannya ludes dilalap api. Diapun menderita kerugian mencapai belasan juta. Adi tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya lantaran sewaktu tiba di pasar api sudah terlanjur membesar.

“Saya tinggal di Sanduai (sekitar 3 Km dari pasar Soyar). Saya dapat telepon dari teman bilang pasar terbakar. Saat saya tiba di sini api sudah ada di atap. Jadi tidak bisa buat apa-apa lagi,” cerita Adi.

Adi mengaku sangat terpukul karena kios miliknya di pasar Soyar merupakan satu-satunya sumber penghasilannya selama ini untuk menghidupi dirinya bersama keluarga.

“Sekarang semua habis. Saya harus mulai lagi dari nol.  Tapi masalahnya saya tidak punya simpanan modal. Jadi tidak tahu lagi bagaimana nanti,” ujar pria  yang sudah sejak 2009 berjualan di pasar Soyar.

Haryanto, seorang pemilik warung nasi sedikit lebih beruntung. Kendati tempat jualannya terbakar habis, Haryanto masih sempat menyelamatkan sebagian barang miliknya.

“Saya sempat bawa keluar barang sebagian, seperti kulkas, televisi dan beberapa lagi. Memang masih ada yang terbakar tapi tidak banyak,” kata Haryanto yang saat ditemui sedang membersihkan sisa-sisa bangunan warungnya yang terbakar.

Meskipun demikian baik Adi maupun Haryanto tidak putus asa. Keduanya tetap ingin berjualan seperti yang selama ini mereka jalani. Mereka berharap Pemkab Teluk Wondama menyiapkan tempat jualan yang baru agar bisa kembali berdagang.

“Kita ikut saja apa yang pemerintah mau buat. Kalau ada bantuan ya kami terima, tidak adapun tidak apa-apa. Yang penting kami diberi tempat untuk bisa jualan lagi,” kata Haryanto.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran hebat tersebut. Termasuk langkah apa yang diambil Pemkab Wondama untuk membantu para korban karena belum ada informasi resmi dari pihak berwenang. (brv)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: