Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw.

Puluhan Pelajar Dilatih Tanggap Darurat Bencana

BINTUNI, Cahayapapua.com—-  Bertujuan mengenalkan tanggap darurat dalam

menangani bencana, puluhan pelajar, mahasiswa, dan pemuda mengikuti sosialisasi kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Kegaitan ini diselenggarakan oleh Bidang Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabupaten Teluk Bintuni, di aula Herlina, Kota Bintuni, kemarin. Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, mengatakan dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat menimbulkan rasa sadar bagi peserta akan tanggungjawab terhadap masyarakat, apabila terjadi bencana. “Jadi ade-ade yang hadir ini saya berharap, selain di sekolah meningkatkan pengetahuan dibidang pendidikan, tapi juga harus menerima respon kondisi sosial didekat kita dengan terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti ini,” kata bupati dalam sambutannya. Bupati menjelaskan, bencana kadang-kadang terjadi tanpa sepengetahuan kita, sehingga dibutuhkan kesigapan dalam menghadapi bencana tersebut. “Bencana ini memang susah kita hindari, karena datang dengan tiba-tiba, seperti pencuri. Gempa bumi malam-malam siapa yang tahu. Tidak ada yang tahu, ada yang sedang asik mandi, turun dengan sabun-sabun,” jelas bupati. Namun bencana juga ada yang bisa dideteksi sejak dini dari tanda-tanda alam, seperti bencana banjir. Tetapi semua itu perlu kesigapan untuk tanggap daruratnya. Bupati mencontohkan, apa yang terjadi di Aceh, tiba-tiba gempa bumi dan peurunan dasar laut kemudian terjadi Sunami. Sehingga seluruh manusia dan harta benda tersapu air. “Ini yang perlu diantisipasi, saya merasa ini sangat penting, paling tidak dengan peristiwa kecil yang terjadi di Distrik Beimes merupakan sinyal untuk kita bersiap diri,” tegas bupati. Dengan kehadiran peserta dari anak-anak muda, Bupati memberikan apresiasi dan berterima kasih atas partisipasi dalam kegaitan ini. Karena pemuda-pemuda inilah akan menjadi motor penggerak bagi bangsa ini. Sementara Ketua Panitia Benoni Tiri mengatakan kegiatan ini sebagai bekal pemuda dan pelajar sehingga bisa mengantisipasi apabila terjadi bencana. Dengan tujuan untuk mengenal bencana dan tanggap daruratnya. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari perwakilan sekolah tingkat SMA/SMK sekitar Kota Bintuni,  di antaranya perwakilan dari SMA N 1, SMK, SMA YPK, SMA Sanawesyen, dan SMA Muhammadiyah. “Kegiatan enam hari, dan akan melakukan simulasi tanggap darurat jika terjadi bencana. Nanti kita latih bagaimana menangani korban,” pungkasnya. (ART)

Tinggalkan Balasan