Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik dan pembuatan benih unggul secara mandiri bagi petani di Bintuni kemarin.

Puluhan Petani Dilatih Buat Pupuk Organik dan Teknologi Benih

BINTUNI, Cahayapapua.com— Bertujuan untuk mentrasfer ilmu teknologi benih dan pembuatan pupuk organik dari ilmuan ke petani, Universitas Papua (Unipa) bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni, dan BP Tangguh menggelar pelatihan pembuatan benih unggul dan penerapan pupuk organik bagi petani, di Aula Distrik Manimeri, Rabu (5/10/2016).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian yang baru dilantik Eduard Letsoin ini dibiayai dan difasilitasi oleh perusahaan gas BP Tangguh, dalam rangka untuk mendukung pemerintah daerah guna mempersiapkan mensukseskan program ‘Bintuni Mandiri Pangan’.

Ketua Tim Pendukung Bintuni Mandiri Pangan Unipa, Yunus Abdullah mengatakan guna mensukseskan program tersebut pihaknya melaksanakan tiga program yakni mnenyelesaikan masalah kelangkaan pupuk dengan membuat pupuk organik, membuat benih secara mandiri, dan menyiapakan satu lahan pertanian untuk petani belajar bertani organik.

Dijelaskannya, selama ini di Bintuni, petani mash mengandalkan benih dari luar daerah. Dalam pemakaian benih tersebut petani terus menerus memakainya sehingga sudah tidak murni lagi, produksinya rendah dan rasanya sudah tidak enak.

“Maka sekarang dilakukan pelatihan pemurnian benih atau membuat benih unggulan sehingga petani tidak tergantung pada benih-benih dari luar seperti dari Manokwari,” kata Abdullah disela-sela kegiatan.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pelatihan kepada petani membuat pupuk organik. Karena selama ini petani masih masih bergantung dengan pupuk non organik yang susah didatangkan ke daerah.

“Supaya tidak tergantung kepada pupuk bukan organik. Karena selama ini juga sangat sulit mendatangkan pupuk prganik ke daerah sehingga pelatihan seperti ini sangat diperlukan. Diharapkan kedepan mereka para petani mampu memproduksi pupuk organik,” katanya lagi.

Diakuinya, pihaknya telah menyediakan bangunan atau tempat untuk praktek pembuatan pupuk organik di SP 1. Dengan harapan kedepan para petani bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk belajar. Sehingga apa yang diharapkan yakni petani mampu memproduksi hasil pertanian yang organik.

Sementara peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 32 orang petani lokal dan nusantara. Materi yang diberikan yakni cara membuat pupuk organik, dan membuat benih unggul yaitu benih padi, kedelai, ubi jalar, dan jagung. (ART)

Tinggalkan Balasan