Puluhan ton besi tua jenis tembaga yang diangkut eksafator ke truk di KMT Sele Kabupaten Sorong, Sabtu (19/9).

Puluhan Polisi Diterjunkan ke Lokasi Rebutan Tembaga di Sorong

AIMAS, CAHAYAPAPUA.com — Kepolisian Resor Sorong, menerjunkan puluhan aparat kepolisian ke wilayah KMT Sela, Kabupaten Sorong, di pasca adanya tuntutan warga yang menginginkan adanya konpensasi terhadap penjualan ratusan ton besi tua jenis tembaga di daerah tersebut.

Kapolres Sorong Ajun Komisaris Besar Polisi Gatot Suprasetya yang memimpin langsung proses pengamanan itu, mengatakan sebanyak 90 personil diternjunkan untuk menjamin kondusifnya Kamtibmas karena di daerah tersebut terdapat bahan yang mudah terbakar/meledak, seperti minyak dan gas. Pengiriman tersebut dilakukan Sabtu pekan lalu.

“Kehadiran kami disini tidak membela siapa-siapa, tapi hanya menjalankan tupoksi kami yakni pengamanan objek vital ini dan mendorong supaya hukum dihormati dan ditegakkan,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai proses tender aset negara itu ( besi tua) yang sempat jadi sorotan, karena dinilai tidak dilakukan sesuai mekanisme, menurut ia mengatakan, penilaian tersebut wajar-wajar saja, tapi ia melihat sudah sesuai aturan berdasarkan surat dari KPNML.

Untuk itu ia menyarankan agar jika ada pihak-pihak yang berkeberatan dengan hal itu dapat melakukan upaya hukum, bukan malah melakukan tindakan-tindakan yang merugikan Kamtibmas.

Sebelumnya, puluhan warga yang bermukim di beberapa perkampungan sekitar melakukan aksi pemalangan di lokasi untuk meminta kompensasi dari hasil penjualan besi tua. Selain warga diperkampungan sekitar ada juga kalangan yang menilai proses tender besi tua itu tidak sesuai mekanisme, karena tender dilakukan di luar Papua dan tanpa sepengetahun pemerintah daerah. |MUHAMMAD NASIR