Ilustrasi. Foto: Ist

Puluhan Ribu Kaum Disabilitas Indonesia Dipasung

MAGELANG,CAHAYAPAPUA.com – Kementerian Sosial (Kemensos) RI mencatat 3,1 persen dari jumlah penduduk di Indonesia adalah penyandang disabilitas, jumlahnya mencapai 7,7 juta jiwa. Ironisnya, 1,8 juta di antaranya telantar.

Direktur Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan Kementerian Sosial (Kemensos) Nahar menjelaskan, jumlah tersebut melingkupi semua tingkat disabilitas.

“Selain telantar, ada 57.000 penyandang disabilitas yang pernah dan masih dipasung oleh keluarganya. Ini memprihatinkan,” kata Nahar di sela kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang dipusatkan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (3/12/2014).

Menurut Nahar, mereka yang dipasung ada yang berusia 8 tahun hingga usia produktif sekitar 20 hingga 40 tahun. Pihaknya terus berupaya untuk mencegah pemasungan, karena sebetulnya ada sanksi pidana bagi para pemasung ini.

Dia mengatakan, berbagai cara bersifat promotif, preventif, dan pelayanan medis terus dilakukan agar pemasungan bisa dicegah. Karena, dengan pemasungan ini, bisa menimbulkan dampak yang negatif bagi para penyandang disabilitas, seperti masalah kesehatan.

Sementara itu, HDI yang diperingati setiap tanggal 3 Desember itu diisi dengan berbagai kegiatan seni dan budaya. Ratusan penyandang disabilitas dari perwakilan kota dan kabupaten di Indonesia terlibat dalam kegiatan ini. Mereka di antaranya dari Magelang, Salatiga, Sragen, Yogyakarta, Magetan hingga Papua. Selain itu, digelar pula pameran kerajinan tangan hasil karya penyandang disabilitas.

Pada HDI di Temanggung ini juga digelar Temu Olahraga Penyandang Disabilitas. Tidak kurang 315 peserta/atlet terlibat dalam kompetisi tersebut.

Salah satu peserta, Abraham Wuk (29) asal Papua, mengaku senang bisa bergabung dalam kegiatan ini, karena dapat bertemu dengan kawan-kawan sesama penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia. Abraham mengaku baru pertama kali datang ke Kabupaten Temanggung.

“Saya senang bisa ikut di sini, lalu bertemu dengan teman-teman banyak. Kami ingin memberi semangat kepada teman-teman sesama penyandang disabilitas maupun teman-teman semua untuk tetap semangat,” ujar Abraham yang tampak mengenakan pakaian tradisional khas Papua.

Abraham juga berharap, pemerintah maupun instansi swasta untuk memperhatikan penyandang disabilitas, antara lain dengan menyediakan fasilitas khusus, serta melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa semula dijadwalkan hadir pada acara puncak HDI, namun batal, dan diwakilkan oleh Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Samsudi.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Samsudi, Khofifah menyatakan bahwa berbagai kegiatan peringatan HDI tahun ini diarahkan untuk peningkatan pada partisipasi penuh penyandang disabilitas di semua aspek kehidupan tanpa hambatan.

“Melaui peringatan HDI, selain untuk menyosialisasikan undang-undang tentang hak-hak para penyandang disabilitas, juga meningkatkan pemahaman, kepedulian dan keberpihakan negara serta seluruh komponen masyarakat. Mewujudkan partisipasi semua pihak untuk berperan dalam perlindungan hak dan kesejahteraan sosial,” kata Khofifah.(IKA FITRIANA/SUMBER: KOMPAS.com)

Tinggalkan Balasan