Abraham, a coffee farmer, picks up Arabica coffee fruit in the Wouma village near Indonesia's Papua province July 14, 2009. Wamena has an ideal condition for Arabica production. REUTERS/Oka Barta Daud (INDONESIA AGRICULTURE SOCIETY)

Pusat pacu pengembangan Kopi dan Cabai Papua

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah pusat mengucurkan dana stimulan untuk memacu pengembangan komoditas kopi dan cabai di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat. “Kementerian Pertanian melalui APBN Perubahan tahun 2017 mengucurkan anggaran sekitar Rp.2,7 miliar. Program ini segera bergulir,” kata Kepala Bagian Administrasi Umum Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Manokwari Marthen Mailoa, Sabtu (30/9).

Pada program ini, kata dia, STPP bersama Universitas Papua Manokwari terlibat untuk menyiapkan tenaga pendamping untuk mengoptimalkan program tersebut.

Marthen menjelaskan, pengembangan komoditas Kopi akan dilaksanakan di Kabupaten Pegunungan Bintang, provinsi Papua. Sementara cabai di beberapa kabupaten wilayah Papua Barat.

“Anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat akan direalisasikan dalam bentuk belanja modal, seperti pengadaan sarana dan prasarana dan pembayaran hak tenaga pendamping,” ujarnya.

Para pendamping, kata dia, masing akan memperoleh honor Rp.4 juta. Sesuai kontrak, mereka akan bekerja selama 2 bulan.

Dia menyebutkan, lahan yang disiapkan untuk pengembangan kopi di Pegunungan Bintang seluas Rp.100 hektare. Beberapa pemuda daerah setempat akan dilibatkan dalam program ini.

Di wilayah Papua Barat, katanya, melanjutkan daerah menyiapkan lahan seluas 90 hektare untuk pengembangan cabai. Cabai dipilih karena komoditas ini selalu menjadi pemicu inflasi di daerah tersebut.

“Ada empat daerah yang dipilih. Manokwari dapat jatah 30 hektare, Manokwari Selatan 10 hektare, Sorong 40 dan Raja Ampat 10 hektare,” ujarnya lagi. (IBN)

Tinggalkan Balasan