Ketua Dewan Pembina Pusat Pelatihan Cinta Papua (Love Papua Training Centre), Suzette Hatingh bersama Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy pada Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Pusat Pelatihan Cinta Papua, Minggu (21/6/2015) di depan pekuburan cina pasir putih Manokwari. |CAHAYA PAPUA/Muhammad Rizaldy

Pusat Pelatihan Cinta Papua Mulai Dibangun

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—– Pembangunan fasilitas Pusat Pelatihan Cinta Papua (Love Papua Training Center) yang berlokasi di Jalan Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, diatas lahan seluas 1.690 meter persegi berhadapan dengan pekuburan Pasir Putih, ditaksir akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 17 miliar.

“Dengan target waktu 9 bulan sampai 1 tahun pengerjaan hingga selesai,” ungkap Ketua Panitia Pembangunan Pusat Pelatihan Cinta Papua, James Taroreh, saat menyampaikan laporan ketua panitia kegiatan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas Pusat Pelatihan Cinta Papua, Minggu (21/6/2015).

James Taroreh juga menyebut berbagai fasilitas disiapkan dalam menunjang aktifitas training bagi para pemimpin gereja dan hamba Tuhan dalam mengemban misi pekabaran injil di Tanah Papua, seperti gedung Love Papua Centre, multi purpose hall, staff guest house, suzette extension, suzette house, plaza wiming pool, jalan setepak, water tower dan pos security.

James menjelaskan luasan masing-masing bangunan yang akan didirikan di antarnya, Love Papua Centre dengan luas 960 meter persegi, rumah pastori dengan luas 127 meter persegi, 3 unit rumah staf dengan luas masing masing 108 meter persegi, guest hous dengan luas 56,23 meter persegi, gedung serba guna 132 meter persegi, dan fasilitas penunjang lainnya.

Sebelumnya pada 22 April 2014 lalu sekretariat Pusat Pelatihan Cinta Tanah Papua terletak di Jalan Merdeka atau samping Swalayan Orcid Manokwari dengan kapasitas daya tampung sebanyak 80 orang.

Sejak April 2014 hingga saat ini telah melakukan 37 kali training dengan total peserta training sebanyak 1700 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat, bahkan ada juga yang berasal dari luar Papua, seperti Jakarta, Surabaya, Manado dan Ambon yang rata-rata merupakan pelayan Tuhan.

Melihat antusisme dan minat masyarakat Manokwari dalam mengikuti training Cinta Papua inilah, Yayasan Cinta Papua pada bulan Desember 2014 lalu telah membangun 1 unit gedung Love Papua Training Centre di Kampung Subsay dengan kapasitas daya tampung sebanyak 200 orang, hingga 2015 ini terdapat 460 orang yang telah detraining.

Diharapkan dengan pembangunan fasilitas pusat training Cinta Papua ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas spiritual pemimpin gereja dan masyarakat luas, sehingga penanaman dan penguatan nilai-nilai ketuhanan dapat terus ditingkatkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. |MUHAMMAD RIZALDY