Ilustrasi Pelayanan Kesehatan

Puskesmas dan SD Naikere Terlantar

WONDAMA, CAHAYAPAPUA.com-DPRD Teluk Wondama menemukan dan menyoroti berbagai kejanggalan dalam sejumlah aspek pelayanan dasar misalnya kesehatan dan pendidikan saat menggelar pemantauan di beberapa distrik.

Salah satu yang disorot oleh para wakil rakyat adalah Puskesmas dan gedung sekolah dasar di Distrik Naikere. Fasilitas itu dibangun oleh pemerintah daerah tapi tak berpenghuni.

“Tenaga medis maupun tenaga guru tidak ada. Gedung tersebut ditumbuhi rerumputan yang menjulang tinggi,” ucap Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Teluk Wondama, Apolos Korwam, Rabu (11/11) di Wasior.

Ia mengatakan sejak Senin kemarin pihaknya melihat dari dekat bagaimana implementasi pelayanan kebutuhan dasar di Teluk Wondama. Pada hari pertama, pihaknya mengunjungi rumah sakit dan Puskesmas Wasior serta PLTD di Kampung Manopi. “Kami masih menemukan kekurangan- kekurangan,” katanya.

Pada hari kedua pihaknya ke Distrik Naikere dan terkejut melihat kondisi Bangunan Puskesmas dan sebuah gedung SD disana.

“Saya heran padahal setiap Tahun ada anggaran untuk operasional namun kenyataanya, tidak ada tenaga medis satupun di sana. Padahal Puskesmas ini dibangun sejak lima tahun lalu. Kondisi ini membuat kami sepakat bahwa pda 2016 nanti Dinas Kesehatan harus konsetrasi ke Naikere,” paparnya.

Dewan mendesak agar dinkes melakukan perbaikan Puskesmas dan menempatkan tenaga medis di sana. Ia mengatakan, setiap tahun Puskesmas Naikere memperoleh dana operasional sekitar 50 juta rupiah.

Gedung SD Naikere tak kalah memprihatinkan. Menurut Apolos, bangunanya ada tetapi tak ada guru yang mengajar. Kondisi itu berbeda dengan pos pertanian. Di sana, ada gedung untuk penyuluh (BPP), petugasnya aktif dan dibantu sejumlah anggota TNI.

Selain di Naikere, DPRD juga mengunjungi tempat pembuangan sampah akhir di Sendrawoi. Dewan meminta agar kedepan membuat kajian menganai Analisis mengenai Dampak Lingkungan Amdal TPA itu dibuat oeh instansi terkait. |ADLU RAHARUSUN

Tinggalkan Balasan