Bupati Manokwari Selatan Markus Waran melakukan Kunjungan ke Puskesmas Oransbari, Manokwari Selatan
Bupati Manokwari Selatan Markus Waran melakukan Kunjungan ke Puskesmas Oransbari, Manokwari Selatan

Puskesmas Oransbari Akan Jadi Percontohan di Papua Barat

MANSEL, Cahayapapua.com— Puskesmas Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, akan dijadikan sebagai puskesmas percontohan di Papua Barat. Puskesmas ini akan menjadi ukuran bagi puskesmas lain untuk belajar standar pelayanan kepada masyarakat.

“Lebih khusus bagi puskesmas yang belum menjalani proses agreditasi,” ungkap dr. Adhe Cahyani Surveior Upaya Kesehatan Perseorangan kepada Petugas Puskesmas Oransbari pada acara penutupan proses akreditasi Puskesmas Oransbari, Sabtu (5/11/2016).

Senada disampaikan perwakilan Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Viktor. Menurut dia, pihknya akan menghadirkan semua kepala puskesmas di Papua Barat untuk melakukan kaji banding.  “Untuk itu kami minta agar petugas yang ada disini (Oransbari, red) untuk siap sebagai mentor,” ujarnya.

Mandat tersebut disandang oleh Puskesmas Oransbari setelah melalui proses akreditasi, yang mana sejak Kamis hingga Saptu lalu, Tim Surveyor telah melakukan penilaian standar pelayanan di puskesmas tersebut.

Ada tiga hal yang menjadi fokus utama, yakni Administrasi Puskesmas, Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) di Papua Barat. Baru tiga puskesmas yang di akreditasi, dua di antaranya ada di Sorong Selatan dan Puskesmas Oransbari sendiri.

Tiga komponen utama penilaian ini dinilai oleh tiga Surveyor, yakni dr. Adhe Cahyani, sebagai Tim Surveyor UKP dan dr. Taufiq Kamba sebagai ketua TIM, Surveyor Akreditasi Puskesmas Oransbari dan juga adalah Ketua Komisi Akreditasi Fasilitas Tingkat Pertama Kementrian Kesehatan RI Puskesmas sebagai Tim Surveyor Administrasi dan menejemen (ADMEN).

Oransbari beruntung, karena orang nomor satu di bidang akreditasi ini adalah orang yang paling jarang turun lapangan. Sepanjang karirnya baru lima kali melakukan penilaian secara langsung di lapangan dan terakhir dan dr. Ida Ayu Citarasmi sebagai tim Surveyor UKM.

Usai melakukan pemeriksaan tim dan petugas bersama Dinas Kesehatan menggelar ramah tama. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh tim untuk memberikan penilaian secara pribadi dan juga masukan-masukan kepada petugas, dinas serta pemda setempat.

Kepada petugas dan dinas, dr. Taufiq menyampaikan, meski secara resmi hasil penilaian belum dikeluarkan, namun hal-hal khusus yang patut diapresiasi adalah semangat serta rasa ingin tau yang ada pada petugas.

“Saya tidak tau, apakah karena mereka memang cerdas, tapi dalam hal ini kami memberikan apresiasi kepada petugas, kepala puskesmas dan kepada dinas yang telah berhasil memanfaatkan orang-orang pintar, dan bersemangat,” jelasnya.

Dikonfimasi wartawan, ketua tim tak mengelak, bahwa Puskesmas Oransbari layak mendapat predikat lulus akreditasi. Meskipun ditegaskan bahwa hasil penilaian bukanlah wewenang tim, namun sesuai pengalaman yang mereka lalui, variabel yang dimiliki puskesmas kurang lebih sama dengan ada di puskesmas-puskesmas yang sudah lulus lebih dulu.

“Mereka sudah berproses untuk perbaikan kualitas, dan itu adalah hal yang sangat positif, kita juga sudah minta pendapat dari para pemangku kepentingan di daerah ini, dan mereka mengaku sudah puas, dengan data yang ada dan sesuai dengan pengalaman saya, Insya Allah bisa lulus,” ungkapnya.

Setelah proses ini, diminta agar petugas puskesmas, dinas kesehatan dan seluruh pihak terkait, termasuk pemda setempat dapat memberikan dukungan kepada puskesmas tersebut, untuk mempertahankan yang sudah ada dan terus berproses pada peningkatan.

“Meskipun masih ada yang perlu dibenahi, namun hal tersebut bukanlah hal yang sulit jika kita melihat semangat kerja yang tinggi,” ujar ketua TIM.

Tim menyarankan kepada kepala dinas kesehatan agar terus memberikan dukungan kepada petugas yang ada, memberikan motivasi, dan juga mengawasi. Menurutnya, imbauan ini bukan karena dinas dan Pemerintah Mansel tidak memperhatikan puskesmasnya, akan tetapi agar dukungan terus ditingkatkan.

“Kami boleh jujur, dalam hal ini dinas sudah cukup memberikan dukungan, bahkan sepanjang kami melakukan penilaian baru ada tiga puskesmas yang mendapat dukungan serupa dari pemeritah atau dinas, dan salah satunya adalah di Puskesmas Oransbari. Harapan kami, pemda terus meningkatkan dukungannya demi kepuasan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan,” jelasnya lagi.

Khusus kepada dinas yang telah memberanikan diri untuk mengajukan puskesmasnya untuk diagreditasi, tim mengaku salut atas langkah yang diambil oleh kepala dinas, tidak hanya mendorong tim untuk menilai, namun mempersiapkan puskesmasnya dengan kurung waktu yang tergolong singkat adalah poin tersendiri yang dimiliki oleh Puskesmas Oransbari.

Tim juga berharap, puskesmas-puskesmas lain yang ada di Kabupaten Mansel, juga yang ada di Provinsi Papua Barat agar segera memberanikan diri untuk menjalani proses akreditasi. Proses ini bukanlah hal yang menakutkan, namun proses untuk peningkatan kualitas, serta penegasan langka-langaka medis yang patut di lakukan.

Senada dengan Ketua Tim,  Ida Ayu Citarasmi Surveyor UKM menilai, semakin hari petugas semakin menikmati proses penilaian dari tim agreditasi. Proses penilaian yang awalnya begitu menegangkan akhirnya terasa sangat menggairakan.

“Alasannya kenapa, karena banyak manfaat yang bisa didapatkan, banyak pengetahuan dan banjir pengalaman,” katanya.

Hal ini dibenarkan salah satu dokter yang bertugas di Puskesmas Oransbari. Dr. Merlins R. Waromi mengakui, pengalaman dan pengetahun yang didapatkan selama proses berjalan bahkan tidak didapatinya semasa menempuh pendidikan kedokteran, kesempatan yang didapatkan atas kegiatan akreditasi ini adalah kesempatan yang emas baginya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mansel, dr. Hengky Veky Tewu mengaku akan selalu menjaga semangat pera petugasnya, mempertahankan standar pelayanan yang sudah ada dan berupaya untuk terus mengejar kepuasan masyarakat.

“Tujuan kita memang demikian, membawa petugas untuk memahami seperti apa pelayanan dan tanggungjawab kita kepada masyarakat, soal lulusnya adalah salah satu tujuan, tapi kelulusan tidaklah bermakna jika pelayanan kita pasang surut,” singkatnya. (ACM)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan