Gustaf Manuputty
Gustaf Manuputty

Radio SSB Sejumlah Distrik di Bintuni Dilaporkan Rusak

BINTUNI, Cahayapapua.com— Sebagian besar alat komunikasi berbentuk radio SSB yang telah terpasang di 24 distrik di daerah itu untuk memudahkan komunikasi antar aparat pemerintah termasuk dapat digunakan masyarakat dilaporkan rusak.

Kerusakan tersebut dilaporkan menjadi salah satu penyebab kurang lancarnya komunikasi antar aparat pemerintah daerah termasuk bupati jika ingin mengetahui langsung kondisi tiap distrik.

Plt. Sekda Teluk Bintuni Gustaf Manuputy pekan lalu mengatakan, ia akan segera memastikan jumlah radio SSB yang rusak agar segera dapat digunakan kembali paling lambat pada 2017.

“Belum ada laporan secara detail dari Santel (bagian sandi dan telekomunikasi) mengenai kondisi kerusakan radio dan petugasnya di masing-masing distrik karena bagian santel hanya melaporkan secara lisan kepada kami,” ujar Gustaf.

Menurut Gustaf keberadaan radio SSB sebenarnya sudah sering digunakan bagian Santel untuk meminta laporan aktivitas pemerintahan distrik namun kerusakan beberapa radio pada sejumlah distrik termasuk disebut karena faktor alam sehingga tidak semua distrik bisa melaporkan.

Sebelumnya Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw menginstruksikan Bagian Santel untuk segera berbenah dan membuka akses komunikasi di semua distrik. Pasalnya dengan komunikasi yang baik maka bupati selaku pimpinan kepala daerah bisa memastikan situasi dan kondisi seluruh daerah dan warganya dari kota sampai ke pedalaman.

“Saya ingin agar setiap hari ada laporan dari masing-masing distrik, tidak tahu bagaimana caranya. Kalau belum mampu datang menghadap saya, kita bicarakan,” kata Bupati.

Orang nomor satu di Teluk Bintuni ini juga menginginkan agar setiap jam 10.00 Wit pagi ada laporan situasi dan kondisi dari masing-masing distrik. Laporan tersebut terus disampaikan sampai dengan jam 10.00 Wit malam hari. Sehingga apabila terjadi suatu bencana bisa segra dilakukan penanganan.

“Apabila kita mendapat informasi lebih awal, agar upaya-upaya tanggap dini bisa dilakukan. Sehingga tidak menjadi lebih besar dan akhirnya kita semua bertanggungjawab,” katanya. (ART)

Tinggalkan Balasan