Suasana di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis (6/8). Sebagian besar kursi kosong karena anggota DPRD banyak tidak hadir pada rapat membahas LKPj bupati.

Rapat Pembahasan LKPj Bupati Batal Gara-gara Anggota DPRD Alpa

MANOKWARI, CAHAYA  PAPUA.com——– Molor serta ruangan rapat paripurna yang sepi. Itu lah suasana pada waktu pelaksanaan rapat dengar pendapat (RDP) membahas LKPj Bupati tahun 2014 di gedung DPRD Kabupaten Manokwari di Sowi Gunung, Kamis siang kemarin.
RDP yang dijadwalkan berlangsung pukul 11.00 WIT molor hingga kurang lebih 2 jam gara-gara sebagian besar anggota DPRD belum hadir. Padahal, sebagian besar pimpinan SKPD Pemkab Manokwari sudah tiba di gedung dewan sebelum pukul 11.00.
Rapat baru dibuka oleh Wakil Ketua II Frangki Awom pada pukul 12.45 dengan jumlah legislator yang hadir hanya 7 orang dari total 25 anggota. Meski dibuka, tak ada pembahasan yang dilakukan. Awom memutuskan menunda RDP karena jumlah anggota dewan yang hadir bahkan tidak mencapai separuhnya.
“Rapat kita lanjutkan besok (hari ini) jam 10.00. Kami mohon besok Bapak Bupati atau Wakil Bupati bisa hadir karena ini menyangkut pertanggungjawaban, “ kata Awom setelah meminta pertimbangan dari anggota yang hadir serta penjelasan dari Sekda FM. Lalenoh.
Sebelumnya Lalenoh mengusulkan agar RDP ditunda karena Bupati Bastian Salabai maupun Wakil Bupati Roberth KR. Hammar masih berada di luar Manokwari untuk urusan dinas. Selain itu sebagian besar anggota dewan juga tidak hadir.
Memalukan
Sejumlah anggota dewan menyatakan kecewa dan malu karena DPRD sendiri yang tidak konsisten dengan jadwal yang telah disetujui dalam rapat pleno pada 4 Agustus lalu. Mayoritas anggota yang ikut menyepakati jadwal termasuk ketua DPRD Dedi S. May justru tidak hadir pada RDP kemarin. Terlebih lagi, penundaan rapat karena alasan quorum tidak terpenuhi sudah berulang kali terjadi.
“Kalau kita sendiri saja tidak konsekwen dengan waktu, kapan kita mau maju. Sudah berulang kali rapat jadwal kita selalu molor, kapan kita mau berubah. Kita DPRD sendiri saja lemah, bagaimana kita mau jalankan tugas kita dengan baik, “ ujar Trisep Kambuaya, anggota DPRD dari PKPI.
Politisi Hanura Eli Wanma juga mengaku kecewa dengan kondisi internal DPRD. Banyak agenda penting menjadi molor dan terancam tidak terlaksana karena pimpinan dan mayoritas anggota tidak konsisten. “Kalau begini terus, DPRD mau buat perubahan apa, “ ucap Eli kesal.
Penundaan RDP juga disesalkan para pimpinan SKPD yang sudah menunggu sejak sebelum pukul 11.00.
“Mereka kan anggota dewan yang terhormat jadi kita tetap hargai. Tapi mereka sendiri justru tidak menghargai lembaganya sendiri, “ ujar salah satu pejabat SKPD yang tidak mau namanya disebutkan.
Dengan penundaan RDP, maka jadwal yang telah disepakati dalam rapat pleno 4 Agustus lalu otomatis berubah. Pasalnya, sesuai jadwal awal, seharusnya pada Jumat, hari ini, agenda RDP adalah pembahasan Dana Pilkada. Selanjutnya pada Sabtu dan Senin dilakukan monitoring lapangan untuk menindaklanjuti LKPj Bupati tahun 2014. | ZACK TONU BALA