Manokwari, Ibukota Provinsi Papua Barat. |Ist

RAPBD 2015, Papua Barat Patok Belanja Sebesar 6 Trilun Lebih

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Gubernur Papua Barat Abraham Oktavianus Atururi menyampaikan ihtisar RAPBD 2015 ke DPRPB, sesaat lalu, Sabtu (20/12/2014). Di dalam ihtisar yang dibacakan oleh gubernur, belanja yang dipatok pihak eksekutif sebesar Rp. 6.200.957.124.013,80,- atau 6 triliun rupiah lebih.

“Belanja ini,” rinci gubernur, “terdiri dari belanja tidak langsung sebesar 3.472.689.893.591,80,- atau 3 triliun rupiah lebih dan belanja langsung sebesar Rp.2.728.267.230.422,- atau 2 triliun lebih.”

Belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai sebesar 322.920.090.576,- atau 322 miliar lebih; belanja hibah sebesar Rp.479.725.600.000 atau 479 miliar lebih; belanja Bansos sebesar Rp.42.419.000.000 atau 42 miliar lebih; belanja bagi hasil KPD Provinsi/Kabupaten-Kota dan pemerintahan desa sebesar Rp. 1.062.318.793.315.80 atau 1 triliun lebih, dan; belanja tidak terduga sebesar 20 miliar rupiah.

Sementara belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai sebesar Rp. 143.995.653.020 atau 143 miliar lebih; belanja barang dan jasa sebesar Rp.1.295.128.094.982 atau 1 triliun lebih dan ; belanja modal sebesar Rp 1.289.143.482.420 atau 1 miliar lebih.

Selain itu dalam ihtisar RAPBD yang disampaikan gubernur, eksekutif juga mematok pembiayaan sebesar Rp. 333.217.882.634 atau 333 miliar lebih yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah—yaitu sisa lebih perhitungan anggaran dari tahun anggaran sebelumnya—sebesar Rp.333.2017.882.643 dan pengeluaran pembiayaan daerah—yaitu penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah—sebesar 80 miliar rupiah.

Adapun sisa lebih pembiayaan anggaran atau SILPA tahun berkenaan sebesar Rp 4.548.095,20 atau 4 juta rupiah lebih.|TOYIBAN

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan