Karyawan PT Medco Papua Hijau Selaras usai memalang kantor Medco dan pabrik perusahaan tersebut di Distrik Sidey , Senin (19/9). Ratusan karyawan perusahaan ini resah dengan rencana pengalihan pengelolaan Medco ke PT. Kapital Grup oleh manajemen yang tidak melibatkan mereka.

Ratusan Buruh Perusahaan Sawit Medco Mogok Kerja

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Sekira 300 lebih karyawan PT. Medco Papua Hijau Selaras (MPHS), Senin (19/9) melakukan aksi mogok disertai pemalangan kantor dan pabrik kelapa sawit tersebut yang berlokasi kampung Sidey, Distrik Sidey – Kabupaten Manokwari.

Aksi itu merupakan bentuk kekecewaan karyawan atas kebijakan perusahaan yang  dinilai tidak transparan dalam melakukan akuasisi sepihak dari PT. MPHS kepada Capital Group.

“Kami minta tim manajemen PT MPHS jelaskan kepada seluruh karyawan mengenai akuisisi yang tengah terjadi. Jika dalam tempo dua hari tidak ada kejelasan dari pihak managemen, seluruh aktivitas kegiatan perusahaan mulai dari administrasi, operasional kebun dan produksi akan dihentikan, sampai ada kejelasannya,”  kata koordinator aksi Indra Yudistira kepada wartawan disela aksi mogok, kemarin.

Aksi mogok tersebut mendapat dukungan Kepala Suku Sidey Musa Mandacan. Ia pun mempertanyakan sikap pihak perusahan yang telah melakukan pemindahan kerja tanpa kejelasan yang diartikannya penculikan beberapa karyawan.“Pihak perusahan harus menjelaskan alasan kenapa beberapa karyawan potensial yang memiliki skill, ditarik satu demi satu lalu di tempatkan di Bengkulu,” sorot Musa Mandacan.

Ia harapkan PT MPHS dapat membayar sisa gaji karyawan maupun pemberian pesangon sesuai aturan yang berlaku sebelum dilakukan akuisi atau pengalihan saham ke Capical group. “Perusahaan jangan lari dari kenyataan meninggalkan ratusan karyawan yang telah mengabdi selama ini,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan karyawan, General Manager PT MPHS Nuslih menyatakan, dirinya  akan menjembatani aspirasi karyawan kepada pimpinan perusahaan. “Saya pahami apa yang menjadi aspirasi karyawan, namun posisi saya juga sebagai karyawan yang ditunjuk sebagai pimpinan. Segera aspirasi karyawan ini akan saya sampaikan kepada pimpinan,” janjinya.

Mengenai akuisi PT. MPHS keoada kepada Capital Group diakui Nuslih. “ Hal itu benar adanya, namun sejauh ini masih sebatas survei yang dilakukan oleh pihak Capital Group. Kalau cocok mereka masuk, namun kalau tidak cocok tentu mereka tidak ambil,” jelasnya.

Nuslih meminta pihak  karyawan menuangkan tuntutannya dalam surat pernyataan sebagai bentuk laporannya kepada atasannya.“Saya harap apa yang menjadi tuntutan, entah itu soal hak ulayat, kesejahteraan karyawan maupun kejelasan status PT.MPHS kedepan,  dituangkan dalam surat pernyataan sikap tersebut,” sarannya.

Setelah mendapat penjelasan tersebut, para karyawan lalu membubarkan diri, namun aktivitas mogok terus berlanjut hingga ada kepastian dari pimpinan umum PT. MPHS. (MAR)

Tinggalkan Balasan