Tenda Pengungsian Korban Banjir dan Longsor Kabupaten Pegunungan Arfak.

Ratusan Jiwa Korban Masih Tempati Tenda Pengungsian

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Sebanyak 200-an korban banjir dan longsor di Kabupaten Pegunungan Arfak masih menempati tenda pengungsian.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, Wayan Patiyasa mengatakan, kondisi pasca musibah banjir dan longsor yang terjadi 17 April lalu, suplai kebutuhan dasar bagi para korban masih terus dilakukan.

“Warga masih menempati tenda-tenda pengungsian. Inilah kondisi yang kami laporkan sehingga bisa menentukan langkah selanjutnya seperti apa. Makanya, tim dari BNPB turun mengecek kondisi ril di lapangan,” kata Wayan, Kamis (19/5/2016).

Kata Wayan, tim BNPB yang mengecek langsung ke lapangan adalah Direktur Penanganan Darurat, Junjunan Tambunan. Dan, didampingi Kepala BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir, dan staf teknis Dinas Pekerjaan Umum.

“Rombongan langsung mengujungi Kabupaten Pegunungan Arfak. Kunjungan tersebut untuk untuk menetukan langkah selanjutnya dalam masa tanggap darurat. Langkah yang diambil oleh BNPB tetap melalui BPBD dan Dinas PU,” ujar dia.

Menurutnya, BPBD di tingkat provinsi terus mem-back up langkah-langkah BPBD kabupaten setempat dalam mengupayakan pemulihan kondisi pasca bencana di daerah tersebut.

“Kita masih menyuplai logistik yang menjadi kebutuhan dasar ke daerah bencana. Kebutuhan mendasar itu termasuk keperluan bayi. Stok logistik ini masih tersedia di gudang,” tandasnya.

Bantuan belum cair

Disisi lain, Wayan mengungkapkan, bantuan sebesar Rp.300 juta yang diserahkan bersamaan dengan kunjungan Komisi VIII DPR-RI, hingga kini belum dicairkan.

Dia mengatakan, dana sebesar itu merupakan bantuan yang bersumber dari dana siap pakai pada BNPB. Akan tetapi, diserahkan oleh perwakilan Komisi VIII saat berkunjung ke daerah ini.

“Nanti dibentuk PJOK (penanggung jawab operasional kegiatan) dulu baru dikelola untuk masa tanggap darurat atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendasar. Angaran itu pasti dicairkan melalui rekening BPBD (provinsi),” tutur Waya menambahkan. (ALF)

 

Tinggalkan Balasan