Uji laboratorium oleh BPOM (Doc. Cahayapapua)

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari, memusnahkan ratusan obat, komestik dan makanan ilegal serta kadaluarsa, Kamis (30/11).

Kepala BPOM Manokwari Mojaza Sirait di Manokwari, Kamis, mengatakan, selama tahun 2017 pihaknya cukup banyak menyita obat, komestik dan makanan. Masing-masing tidak memiliki ijin edar hingga kadaluarsa.

“Hari ini yang kita musnahkan tidak seluruhnya, ini hanya sample. Sebagian masih disimpan sebagai barang bukti dan sebagian telah dimusnahkan secara suka rela oleh pemiliknya,” kata dia.

Ia mengutarakan, nilai barang bukti yang diamankan selama tahun 2017 sebesar Rp.2,3 miliar. Operasi dilaksanakan di 13 kabupaten/kota Papua Barat.

“Barang bukti ini kita amankan dari sarana perbelanjaan seperti swalayan, apotek, pedagang asongan dan sarana lainya,” sebut Mojaza.

Ia menjelaskan, obat, komestik dan makanan ilegal beredar di seluruh daerah Papua Barat. Peredaran terbesar terjadi di wilayah kota Sorong disusul Kabupaten Manokwari.

Beberapa waktu lalu, pihaknya memanggil sejumlah pelaku usaha di daerah tersebut. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan.

“Hingga kami mengarah pada interogasi agar mereka mengungkap pemasok barang-barang tersebut. Mata rantai peredaran barang-barang ilegal yang tak memiliki ijin edar ini harus dipotong,” katanya lagi.

Sirait menambahkan, sejauh ini pihaknya masih menelusuri pemasok barang-barang tersebut. Sesuai tulisan yang tertera pada kemasan, selain produk dalam negeri barang bukti yang amankan merupakan produk-produk luar negeri.

“Ada dari Thailand, Filiphina, Malaysa. Kami masih menelurusi data pastinya, bisa jadi kemasanya dipalsukan,” katanya lagi. (ibn)

 

Leave a Reply