Rumah warga yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 6,8 skala richter yang mengguncang Sorong Raya

RATUSAN RUMAH DI SORONG RUSAK, PEMERINTAH HARUS PERCEPAT BANTUAN

SORONG, CAHAYAPAPUA.com- Kurang lebih ratusan warga, yang mengalami kerusakan pada rumah mereka mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Sorong dipercepat, agar dapat memperbaiki tempat tinggal mereka yang rapuh akibat gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter mengguncang Sorong Raya, pada Jumat lalu.

Karno, salah satu warga yang menjadi korban gempa meminta agar Pemerintah Kota Sorong dapat memperbaiki kembali rumahnya yang rusak akibat gempa, sehingga dia bersama keluarganya dapat tidur dengan nyaman didalam rumah tersebut.

“Ya kalau bisa bantuan untuk memperbaiki rumah kami lebih cepat lebih baik, supaya kita bisa tinggal didalamnya,” tutur Karno dengan wajah lesu saat ditemui di kediamannya, di Kilometer 12 masuk, Kota Sorong.

Pasca Gempa, karno bersama istri dan anaknya terpaksa nginap di rumah keluarganya akibat dinding ruang tengah rumahnya goyang. “Rumah saya rusak, dinding ruang tengah goyang dan miring mas, sedangkan dinding bagian depan gugur, bagaimana mau tidur kalau kondis rumah kaya gini,” ujarnya.

Tak hanya Karno. Budiman salah satu warga Kilo meter 12 masuk-pun mengalami nasib serupa, Budiman mengatakan atap seng bagian depan rumahnya roboh akibat tembok bagian bawahnya runtuh. Selain itu, dinding bagian dapur juga ikut runtuh, bahkan sejumlah perabotan rumah tangganya hancur lantaran serpihan batu telah mengenai barang berharga miliknya.

“Dirumah saya piring dan sebagainya mungkin tinggal seberapa, semua hancur karena batu bata jatuh kena barang-barang di dapur,” ujar Budiman.
Oleh karena itu, Budiman berharap, selain dipercepat, bantuan tersebut harus benar-benar tepat sasaran sehingga tidak merugikan korban lainnya, serta pembagiannya merata. “Ya dibagi ratalah bantuannya, artinya dilihat juga dari kondisi rumah, dan harus semua korban dapat, jangan ada yang dapat dan ada yang tidak,” katanya.

Sementara itu, Walikota Sorong, Lambert Jitmau mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada korban yang mengalami cidera akibat runtuhnya bangunan yang mengenai warga.

“Pemerintah sudah buka sejumlah posko bagi korban yang kena serpihan batu, langsung saja ke Rumah Sakit, atau Puskesmas untuk dirawat disana, karena ada tim medis disana yang akan melayani,” tutur Lambert saat tatap muka dengan warga korban Gempa, Sabut (26/9/2015) lalu.

Dia juga berjanji akan memperbaiki rumah warga yang rusak, sehingga dapat dihuni dengan nyaman seperti biasanya, “Saya sudah perintahkan anak buah untuk mendata korban melalui RT, Lurah dan Distrik, jadi kami harap warga bersabar, berdoa kepada tuhan agar Kota Sorong terhindar dari adanya bencana lain,” kata Lambert.

Menurut data sementara, jumlah bangunan yang rusak dalam gempa bumi Sorong sebanyak 2.889 unit diantaranya 2.437 unit di Kota Sorong, 408 unit di Kabupaten Sorong, dan 44 unit di Kabupaten Raja Ampat.

Berdasarkan laporan Walikota Sorong, L. Jitmau, korban luka mencapai 45 jiwa di mana 40 jiwa luka ringan, 5 jiwa luka sedang-berat.
Selain itu fasilitas umum juga terkena dampaknya, antara lain 14 unit gereja, 7 unit sekolah, 3 unit masjid, 3 ruas jalan, 2 unit tower, 2 unit fasilitas kesehatan, 1 unit ruang tunggu bandara, 1 unit pelabuhan, dan 4 unit kantor. |NASIR