Nelayan Borobudur manokwari. (Doc. Cahaya Papua)

Ratusan Rumpon Nelayan Manokwari Terancam Hilang

MANOKWARI, Cahayapapua.com—-  Ratusan rumpon atau rumah ikan

milik nelayan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat terancam hilang akibat cuaca buruk yang melanda Manokwari sejak sebulan belakangan ini. Ketua Nelayan Borobudur Manokwari, Laode Caluddin  mengatakan, sudah hampir sebulan para nelayan di daerah tersebut tidak melaut. Angin kencang dan tidak menentu yang terjadi daerah itu, membuat nelayan mengurungkan niatnya untuk menangkap ikan. “Selain karena takut cuaca buruk, kita pun was-was, karena kalau kita paksakan melaut pun belum tentu rumpon kami ada.  Angin seperti ini biasanya membuat tali rumpon putus dan akhirnya tenggelam,” kata dia. Dia menyebutkan, sejak cuaca buruk datang nelayan pun belum bisa memastikan keberadaan rumpon mereka. Beberapa kali sejumlah nelayan nekat untuk melaut, namun mereka pun terpaksa kembali karena cuaca di laut tidak bersahabat. “Begitu pulang, paling banyak kami bawa pulang 20 ekor ikan tuna, bahkan ada tidak bawa hasil sama sekali. Tidak bisa dipaksakan karena terlalu beresiko,” kata dia. Laode memastikan produksi ikan segar terutama ikan tuna dan cakalan di Manokwari drastis berkurang selama sebulan belakangan ini. Sebab, nelayan borobudur selama ini menjadi salah satu pemasok utama di pasar Manokwari, dan beberapa daerah diluar Papua Barat. “Di Borobudur II ada sekitar 20 kelompok nelayan. Pada hari-hari normal produksi ikan segar yang kami peroleh mencapai 600 hingga 700 kilogram perhari, begitu kami tidak melaut pasokan ikan tuna hampir tidak ada,” ujarnya menjelaskan. Dia menyebutkan, saat ini ia dan rekan-rekanya pun sedang bersiap-siap mencari solusi untuk menyiapkan biaya pembuatan rumpon baru. Ia pun mengharap pemerintah memperhatikan kondisi ini. “Biaya pembuatan rumpon cukup mahal. Satu rumpon bisa menghabiskan biaya sebesar Rp.50 juta,” katanya. Laode menambahkan, seluruh kelompok nelayan dibawah koordinasinya masing-masing memiliki rumpon. Rumpon ikan milik nelayan di kompleks tersebut kurang lebih sebanyak 60 unit. “Rumpon nelayan disini banyak, dari kelompok kami sudah sekitar 60 unit. Kalau dihitung secara keseluruhan dari jumlah nelayan di Manokwari, rumpon yang terpasang dilaut mencapai ratusan,” ujarnya lagi. Keberadaan rumpon diharapkan untuk mempermudah nelayan memancing ikan. Rumpon berfungsi sebagai tempat bagi ikan-ikan tuna berukuran besar berkumpul. (IBN)

Tinggalkan Balasan