Paduan suara Flores sedang menyanyikan pujian pada acara Natal dan Tahun Baru bersama keluarga besar NTT, Jumat malam lalu di komplek Valeria Garden Taman Ria, Manokwari. | CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Ratusan Warga NTT Hadiri Natal Bersama di Papua Barat

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Tidak kurang dari 500 warga NTT (Nusa Tenggara Timur) dari berbagai wilayah Kabupaten Manokwari menghadiri kegiatan Natal bersama dan lepas sambut tahun 2015, di kompleks Valeria Garden, Taman Ria Manokwari, Jumat (9/1/2015) malam.

Gubernur Papua Barat Abraham O.Atururi beserta Bupati Manokwari Bastian Salabai bersama para Muspida ikut serta menghadiri acara itu. Sejumlah pejabat teras di lingkup Pemprov Papua Barat maupun Kabupaten Manokwari juga tampak hadir.

Ketua Kerukunan Tirossa (Timor Rote, Sumba, Sabu dan Alor) yang juga tokoh masyarakat NTT Clinton Talo selaku inisiator kegiatan menyatakan, Natal bersama dan lepas sambut tahun 2015 itu menjadi hajatan terbesar yang pernah digelar Orang Timur (sebutan untuk warga NTT) semenjak Provinsi Papua Barat berdiri.

Ini diharapkan menjadi momentum untuk mempersatukan semua warga NTT di seluruh wilayah Papua Barat khususnya di Kabupaten Manokwari.

“Ini luar biasa. Ini Natal bersama pertama Orang Timur. Mari kita semua orang NTT bergandengan tangan untuk bersama-sama dengan pemerintah membangun Provinsi Papua Barat maupun Kabupaten Manokwari, “ seru Clinton dalam sambutannya.

Dia menekankan, kebersamaan dan kekompakkan menjadi kunci utama agar eksistensi orang NTT di tanah Papua bisa diakui banyak orang.

“Jangan ada dusta di antara kita. Mari kita semua bersatu dengan semangat baru di tahun yang baru ini untuk membangun tanah yang bagus ini, “ tandasnya.

Bupati Bastian Salabai menyatakan, keluarga besar Flobamora, sebutan lain untuk kerukunan NTT, sebagaimana halnya warga suku lainnya adalah bagian integral dari Kabupaten Manokwari. Karena itu, ia mengajak masyarakat NTT ikut berpartisipasi secara aktif dalam menyukseskan pembangunan melalui peran serta profesi masing-masing.

“Saya berharap, keluarga besar NTT melihat Manokwari ini sebagai rumah kita bersama. Rumah tempat kita tinggal, hidup dan berkarya. Ini bukan rumah siapa-siapa, tapi rumah kita semua. Maka saya ajak mari kita semua menjaga dan bertanggungjawab dalam memajukan Manokwari ini, “ kata Salabai yang mengaku bangga bisa hadir dalam acara Orang Timur itu.

Hal senada disampaikan Gubernur Abraham O.Atururi yang berposisi sebagai pelindung kerukunan keluarga besar NTT di Papua Barat.

“Orang Timur harus bersatu dan kompak. Masa Orang Timur yang banyak ini tidak bisa punya satu anggota DPR baik di Provinsi maupun Kabupaten (Manokwari), seharusnya bisa. Karena itu saya setuju, tidak boleh ada dusta lagi, harus bersatu, “ kata Bram yang oleh keluarga besar NTT dipanggil ‘Ipar’ lantaran isterinya berasal dari tanah Timor.

Pada kesempatan ini, Bupati Bastian Salabai bersama menerima tanda penghargaan adat berupa topi kebesaran suku Timor. Sementara isterinya Agustina Salabai mendapat mahkota adat. Bupati sendiri memberikan bantuan Pemkab Manokwari berupa uang sebesar Rp.30 juta. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan