Realisasi Produksi Kayu di Papua Barat Tak Penuhi Target Pemerintah

MANOKWARI– Kepala Bidang Inventarisasi dan Tata Guna Hutan, Dinas Kehutanan Pemprov Papua Barat, Djimy Susanto, menyampaikan, hasil produksi kayu di Papua Barat sepanjang tahun 2014 tidak memenuhi target pemerintah.

Berdasar data yang disampaikan18 perusahaan HPH, realisasi produksi hutan di Papua Barat hanya 178,146,38 meter kubik atau sekitar 30 persen dari target 625.942,21 meter kubik.

Realisasi produksi itu berasal dari seluruh kabupaten di Papua Barat– selain Kota Sorong– dengan jumlah produksi terbanyak di Kabupaten Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.

Jumlah tersebut hampir sama dengan hasil produksi hutan Papua Barat dua tahun sebelumnya, 2012-2014, yang juga kurang dari 30%. Padahal berdasar rencana Karya Umum Kementrian Kehutanan yang diperbaharui 10 tahun sekali, target hasil produksi kayu di Papua Barat adalah 1,8 juta meter kubik.

Produksi kayu di Papua Barat tidak memenuhi target karenakan faktor kemampuan kontraktor sendiri. Alat produksi pada umumnya sudah tua. Faktor cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi juga menjadi penyebabnya.

Penurunan angka hasil produksi ini berdampak pada penghasilan dana bagi hasil (DBH) dari sektor kehutanan di Papua Barat. “Berdampak pula pada sedikitnya jumlah DBH kepada negara, pemprov dan pemerintah kabupaten daerah penghasil,” katanya kepada Cahaya Papua, Jumat (16/1/2015) di Manokwari.

Hendrik Runaweri, Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, mengatakan, pihaknya menargetkan penerimaan DBH Papua Barat dari sektor kehutanan sebesar 400 milyar lebih. Namun jumlah ini selalu sulit untuk di realisasikan karena faktanya hasil produksi kayu terbilang kecil.|DINARIANTI