Ratusan Mahasiwa Unipa, saat menggelar aksi protes kenaikan SPP di depan pintu gerbang kampus, Selasa (6/6).

Rektor Unipa Cabut SK Kenaikan SPP

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Rektor Universitas Papua (Unipa) Dr Ir Jacob Manusawai akhirnya mencabut Surat Keputusan (SK) kenaikan penarikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang mencapai 2 juta rupiah per-semester.

Pencabutan ini, dinyatakan Jacob dihadapan ratusan mahasiswanya, setelah mendapat desakan dan aksi protes yang digelar di depan salah pintu gerbang kampus, atas kebijakan (menaikan SPP) yang ditetapkan pihak rektorat, Selasa (6/6).

“Hari ini SK (Kenaikan SPP, Red) saya cabut,” ucapnya disambut teriakan dan tepuk tangan mahasiswanya.

Setelah mendapat penjelasan Rektor, ratusan mahasiswa membubarkan diri dan membuka gerbang kampus yang sebelumnya dipalang. Arus lalulintas sekitar pun kembali berjalan lancar setelah beberapa saat terhambat akibat aksi tersebut.

Minim pendanaan

Jacob yang kembali ditemui sejumlah media diruang kerjanya menuturkan, bahwa perguruan tinggi yang dipimpinnya saat ini, masih kekurangan pada pendanaan. Dimisalkannya, untuk membayar insentif dosen honorer.

Beban lain kata dia adalah, setiap tahun jumlah mahasiswa baru terus meningkat dan tak sejalan dengan kesediaan tenaga pengajar.

“Jika kita paksakan semua dosen harus mengajar ekstra, harus ada dana lebih. Sedangkan kampus kita banyak membutuhkan biaya-biaya lainnya. Karena itu, pertimbangan kami menaikan SPP,” terangnya.

Dalam taksiran universitas, kenaikan SPP ini, masih dalam batas kewajaran Jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa baru yang tiap tahun terus meningkat.

Jacob juga menyebutkan, Perguruan Tinggi Negeri yang dipimpinnya ini, hanya 12 Fakultas dan Pasca Sarjana yang dibiayai APBN. Dan sekitar 60-70 % dialokasikan untuk gaji pegawai, selebihnya dialokasikan untuk operasional pendidikan.

Sedangkan menurutnya, dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Papua Barat tak pernah ada. Dana otsus baru dibahas untuk dialokasikan ke Fakultas Kedokteran yang selama ini mandeg.

Koordinator aksi, Edison Idji mengemukakan, bahwa aksi protes yang digelar tersebut, semata-mata mengawal kebijakan pihak kampus yang dinilai sporadis dan memberatkan.

Ketua BEM Unipa, Imanuel Rumere menambahkan, kenaikan SPP tersebut dianggap terlalu tinggi.Jika sebelumnya, pada tingkat S1, per semesternya Rp 450 ribu menjadi Rp2,9 juta, D-III Rp700 ribu naik Rp2,4 juta.(TNJ)

One comment

  1. sya pikir apa yg di lkukan mhswa UNIPA ini benar2 merugikan drinya sndri.krna klu seorang mhswa yg dri klangn krng mampu, untk membyar SPP itu sbnrnya trgntung dri msng msng2 mhswanya.bgmana cranya spya siap dgn knikn SPP ya a aaa harus bisa gunakan skilnya agar bisa mndptkn upah yg halal buat byr kulianya dn tdk trlalu membebani kluarganya.thanks

Tinggalkan Balasan